logo


Trimedya Tepis Dugaan Kekalahan PDIP di 44 Daerah Dikarenakan Kasus Ahok

PDI Perjuangan menderita sejumlah kekalahan pada saat berlangsungnya pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 101 daerah kabupaten kota di seluruh Indonesia

23 Februari 2017 16:34 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PDI Perjuangan menderita sejumlah kekalahan pada saat berlangsungnya pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 101 daerah kabupaten kota di seluruh Indonesia, PDIP kalah di 44 daerah atau kurang sekitar 43%. Beberapa pihak menyebutkan kekalahan PDIP ini dikarenakan adanya kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Politisi PDIP, Trimedya Panjaitan menilai, kekalahannya PDIP di beberapa tempat itu bukan dikarenakan oleh adanya kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh PDIP.

"Ini bukan karena kasus Pak Ahok, ini nggak ada efek dari kasus Ahok," ujarnya kepada Jitunews.com di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (23/2).


PDIP: SBY Baper

Anggota Komisi III DPR RI ini menjelaskan bahwa adanya kasus dugaaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Ahok telah menciptakan semangat kepada kader-kader PDIP di daerah bahwa kasus ini telah menunjukkan Ahok telah teraniaya.

"Bagi kita, ini justru sebagai semangat kawan-kawan di daerah kabupaten, kota bahwa rakyat melihat pak Ahok ini teraniaya, kita sudah ngertilah. Saya mulai pengacara tahun dari tahun 1990 tidak pernah ada sikap dari penyidik apakah itu kepolisian, kejaksaan apalagi KPK dalam menempatkan tersangka voting, kan menetapkan Ahok sebagai tersangka voting Mabes Polri, itu yang belum pernah terjadi," tutupnya.

PDIP Klaim, Dukungan Arus Bawah untuk Ahok-Djarot Menguat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan