logo


Hadapi Putaran Kedua, Ini Upaya PDIP Menangkan Ahok-Djarot

Kendati demikian, 23 persen suara yang tidak memilih di putaran pertama juga tetap menjadi perhatian PDIP.

23 Februari 2017 15:19 WIB

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pada penetapan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta oleh PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (20/9/2016).
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pada penetapan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta oleh PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (20/9/2016). Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi PDIP Arteria Dahlan mengatakan, pihaknya saat ini telah merapatkan barisan untuk memenangkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dalam menghadapi putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

"Upaya untuk merebut 23 persen suara yang tidak memilih di putaran pertama, kita ada dua peluang. Dari internal kan kita akan merapatkan barisan untuk memantapkan strategi pemenangan. Dua peluang itu pertama bagaimana merebut suara AHY dan yang kedua memanfaatkan 23 persen suara pemilih yang belum memilih," ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (23/2).

Anggota Komisi II DPR RI ini menjelaskan kenapa pihaknya lebih memfokuskan untuk merebut suara Pasangan AHY-Sylvi. Terlebih afiliasi politik pemilihnya telah diketahui dan jelas.


Soal Ahok Dinilai Berhasil Tangani Banjir, Gerindra: Era Anies Itu Lebih Baik

"Fokus kita sama, memanfaatkan dua-duanya tetapi kalau boleh memilih tentunya kita akan mencermati suara yang ada pada AHY. Kenapa begitu? Itu sama saja pemilihnya sudah diketahui. Ya kemudian afiliasi politik pemilihnya jelas kemudian simpul massa dalam kelompoknya ada. Kalau di pilkada milih si A itu bisa ngikut semuanya," tuturnya.

Kendati demikian, 23 persen suara yang tidak memilih di putaran pertama juga tetap menjadi perhatian PDIP dalam upaya memenangkan pasangan Ahok-Djarot di putaran Pilkada DKI Jakarta. Dimana upaya yang dilakukan terhadap 23 persen suara ini adalah dengan melakukan pendekatan yuridis agar mereka dapat memilih di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

"Upaya Kedua, kita juga mengajak kembali kepada semua pihak yang awalnya ragu kepada kami, yang tadinya males, yang tadinya pergi liburan kalau minggu untuk datang ke TPS. Karena kan kalau 23 persen tidak bisa dilaksanakan satu putaran ini juga yang membuat kita mencoba membuat strategi pemenangan dari yang 23 persen ini tentunya tujuan utamanya memang kita lagi kejar betul untuk merapatkan barisan membentuk koalisi baru yang lebih besar yang mungkin lebih efektif daripada kita membuang waktu dan tenaga untuk fokus di 23 persen. Jangan-jangan yang 23 persen itu memang sudah maksimal untuk pemilih yang ada di DKI Jakarta," tutupnya.

Prabowo Menteri Terbaik, PDIP: Jokowi Orang yang Selalu Tepat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah