logo


Kementan Luncurkan Varietas Ayam Lokal Pedaging Unggul SenSi-1 Agrinak

Pada tahun 2016 telah dilakukan kerja sama Pra Lisensi untuk produksi bibit ayam sensi dalam rangka penyebaran bibit dengan 6 perusahaan.

22 Februari 2017 10:04 WIB

Varietas unggul ayam lokal SenSi-1 Agrinak.
Varietas unggul ayam lokal SenSi-1 Agrinak. Dok. Kementan

BOGOR, JITUNEWS.COM - Kepala Balai Penelitian Peternakan (Balitnak) Suharsono mengatakan bahwa ayam SenSi-1 (Sentul Terseleksi) Agrinak merupakan karya pertama peneliti. Galur baru ini merupakan salah satu galur murni (pure line) ayam lokal pedaging unggul, yang dapat dimanfaatkan sebagai ayam niaga (final stock) dan/atau sebagai ayam tetua (parent stock).

"Galur ini telah ditetapkan sebagai galur ayam lokal pedaging asli Indonesia berdasarkan SK Mentan Nomor 39/Kpts/PK.020/1/2017, tanggal 20 Januari 2017, tentang Pelepasan Galur Ayam SenSi-1 Agrinak," kata Kepala Balai Penelitian Peternakan (Balitnak) Suharsono seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Rabu (22/2).

Lebih lanjut, Suharsono menjelakan bahwa proses seleksi individu jantan dilakukan pada umur 10 minggu untuk bobot tubuh permintaan pasar (berkisar 0,8 – 1 kg/ekor), berbulu abu atau pucak (putih bercak hitam), sebagai warna dominan dan berjengger kacang (pea) telah dilakukan di Balitnak selama 5 tahun. Kriteria seleksi ini dimaksudkan untuk mendapatkan keseragaman tampilan dan perbaikan bobot hidup.

"Kriteria seleksi yang tidak dilakukan pada ayam betina, kecuali warna bulu bertujuan agar sifat-sifat ketahanan tubuh ayam SenSi-1 Agrinak tidak banyak berubah dari ketahanan tubuh rumpunnya," jelasnya.

Menurutnya, selain kriteria seleksi yang diberlakukan pada rumpun ini, lingkungan optimum, terutama kualitas pakan ditetapkan pada kualitas 17% protein kasar dengan 2800 kkal ME/kg selama masa pertumbuhan sampai dengan umur 20 minggu.

"Pertimbangan ini diambil untuk mengantisipasi kondisi pemeliharaan di peternak. Pemberian pakan dengan kualitas lebih baik diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan nilai ekonomis lebih baik," ujarnya.

Suharsono mengungkapkan, pada tahun 2016 telah dilakukan kerja sama Pra Lisensi untuk produksi bibit ayam sensi dalam rangka penyebaran bibit dengan 6 perusahaan. Yaitu PT Sumber Unggas di Cogreg Bogor Jawa Barat, Warso Unggul Farm Tangkil Bogor Jawa Barat, Dedi Farm Gunung Endut Sukabumi Jawa Barat, Badan Usaha Milik Tiyuh (desa) di Kabupaten. Tulang Bawang Barat Lampung, DNR Farm Ciampea Bogor Jawa Barat dan PT. ISFIN di Sleman Yogyakarta.

"Hasilnya, sampai saat ini telah dilakukan perbanyakan bibit sebanyak 100 ribu DOC yang untuk saat ini akan dikonsentrasikan di wilayah Jabodetabek. Diperkirakan populasi yang semula 6000 DOC jantan-betina (unsexed) ditambah dengan para peternak non-MoU sebanyak 2000 DOC unsexed, diperkirakan telah bertambah dengan keturunannya kurang lebih 80.000 ekor sebagai tetua pengganti," pungkas Suharsono.

Tingkatkan Produksi Daging Sapi, Kementan Kembangkan Sapi Belgian Blue

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex