logo


Dewan Komisaris PTFI Beberkan Alasan Pengunduran Diri dan 'Kasus' Chappy Hakim

Marzuki membantah kabar yang menyebutkan Chappy mundur karena ribut dengan anggota DPR dari fraksi Hanura, Mukhtar Tompo.

22 Februari 2017 05:30 WIB

Chappy Hakim beraksi bersama band-nya The PlaySets membawakan sejumlah lagu oldies di Jakarta, Rabu (7/12/2016).
Chappy Hakim beraksi bersama band-nya The PlaySets membawakan sejumlah lagu oldies di Jakarta, Rabu (7/12/2016). Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sabtu (18/2) lalu, PT Freeport Indonesia (PTFI) mengumumkan bahwa Chappy Hakim mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Direktur dan kembali ke posisinya semula sebagai penasehat perusahaan. Pengunduran diri Chappy Hakim ini pun sontak membuat beberapa pihak kaget dan bertanya-tanya, apa sebenarnya alasan ia mundur?

Menanggapi hal itu, Dewan Komisaris PT Freeport Indonesia, Marzuki Darusman, pun buka suara.

"Chappy Hakim mundur dari jabatan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia karena kemauan sendiri dan alasan keamanan dan ketentraman keluarganya," beber Marzuki di sela-sela Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi VII DPR, Selasa (21/2).


Akbar Faizal Sayangkan Tindakan Presdir Freeport di DPR

Lebih jauh, Marzuki membantah kabar yang menyebutkan Chappy mundur karena ribut dengan anggota DPR dari fraksi Hanura, Mukhtar Tompo. 

Menurut Marzuki, pengakuan Chappy Hakim, terjadi pertengkaran tersebut dikarenakan mental yang letih. Itu dikarenakan setelah Chappy mengikuti rapat yang sangat panjang, sehingga terjadi hal yang semestinya tidak diinginkan.

"Setelah rapat panjang dan ganggu mental sehingga terjadi hal yang semestinya tidak diinginkan," kata Marzuki.

Kemudian, Marzuki meminta agar kasus Chappy Hakim dengan Mukhtar Tompo diselesaikan secara baik-baik. 

"Sekiranya terbuka jalan untuk selesaikan masalah ini, kami menyambut baik. Bila memang ada kemauan untuk menyelesaikan masalah tersebut, tentunya, PT FI akan menyambut baik," pungkas Marzuki.

Presdir Freeport Minta Maaf Soal Insiden di Komisi VII DPR

Halaman: 
Penulis : Riana