logo


Yamaha-Honda Divonis KPPU Bersekongkol Mainkan Harga Skuter Otomatik

YIMM didenda sebesar Rp 25 miliar dan AHM sebesar Rp 22, 5 miliar kepada negara.

21 Februari 2017 18:28 WIB

Ilustrasi pengendara sepeda motor.
Ilustrasi pengendara sepeda motor. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) divonis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan persekongkolan atau melakukan kartel dalam rangka menetapkan harga berikut volume penjualan motor jenis skuter otomatik (skutik).

Bukan rahasia bahwa baik Honda maupun Yamaha telah merajai 97 persen pasar skutik di tanah air. Atas dasar itu, KPPU memberikan pengawasan khusus mengingat rentan melakukan persekongkolan dalam penetapan harga.

Dalam persidangan, Tresna Priyana Soemardi selaku ketua majelis komisi persidangan yang didampingi oleh Kurnia Sya'ranie dan Munrokhim Misanam sebagai anggota menyatakan, YIMM dan AHM terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar UU no 5 Pasal 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.


Gogobli.com Ramaikan Pasar E-Commerce Indonesia

Akhirnya, YIMM didenda sebesar Rp 25 miliar dan AHM sebesar Rp 22,5 miliar kepada negara.

"Disetorkan ke kas negara," demikian ucap Tresna saat membacakan putusan.

Anggota KPPU Saidah Sakwan menyatakan, sepeda motor skuter matik yang harga seharusnya dijual ke pasaran Indonesia hanya Rp 8,7 juta justru dijual dengan harga Rp 14 hingga 18 juta sangat menguntungkan perusahaan.

Khusus YIMM, perusahaan itu dihukum denda lebih besar lantaran melakukan upaya manipulasi data persidangan. Adapun nilai denda yang dikenakan kepada YIMM sudah termasuk tambahan 50 persen dari besaran proporsi denda. Sedangkan denda yang diterima AHM sesungguhnya telah dipotong 10 persen Majelis hakim dalam persidangan mengaku perusahaan tersebut kooperatif.

Bunyi pasal 5 UU no. 5/1999 adalah pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menetapkan harga atas suatu barang dan atau jasa yang harus dibayar oleh konsumen atau pelanggan pada pasar bersangkutan yang sama.

Tak Sekedar Hadir, Gogobli.com Langsung Tawarkan Komitmennya

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah