logo


Rusun Pasar Rumput Belum Selesai, Ahok Usul Sewakan Warga Bukit Duri Rumah Sementara

Saat melakukan blusukan ke wilayah Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Ahok melakukan pantauan langsung ke pinggir kali Ciliwung di RT001 RW012.

20 Februari 2017 16:13 WIB

Ahok saat blusukan di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin (20/2/2017).
Ahok saat blusukan di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin (20/2/2017). Jitunews/Citra Fitri Mardiana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tak lagi ingin menjadi korban luapan kali Ciliwung, warga Bukit Duri kini menyatakan bersedia direlokasi. Pernyataan kesediaan itu disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Saat melakukan blusukan ke wilayah Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Ahok melakukan pantauan langsung ke pinggir kali Ciliwung di RT 001 RW 012. Tak hanya mengecek kondisi kali Ciliwung, Ahok juga memastikan kondisi warga setempat tetap dalam keadaan baik.

Pada kesempatan yang sama, Ahok juga melakukan pendekatan dengan warga terkait rencana relokasi warga bantaran Ciliwung ke Rumah Susun Pasar Rumput, Jakarta Selatan.

Namun, Ahok mengakui bahwa Rusun Pasar Rumput baru bisa ditempati pada akhir tahun 2018. Menanggapi hal tersebut, Ahok mengusulkan untuk menyewakan tempat tinggal sementara bagi warga sambil menunggu akhir tahun 2018.

"Kita kasih uang kontrak di tempat lain, ibu bersedia gak? Sambil menunggu Rusun Pasar Rumput. Kita juga pindahin anak sekolah, gampang. Kalau begini terus, saya takut ada korban banjir mendadak malam-malam," ungkap Ahok saat melakukan blusukan di Bukit Duri, Jakarta Selatan, pada hari Senin, tanggal 20 Februari 2017.

Menurut Ahok, banjir di Jakarta saat ini sudah tidak lagi bisa diprediksi. Pasalnya, pada tahun 2015 lalu, sebanyak 7 kali banjir merendam pemukiman warga Jakarta. Dengan demikian, Ahok meyakini, satu-satunya solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan banjir hanyalah normalisasi sungai yang tak luput dari tindakan relokasi warga.

"Kalau dulu kan orang ngomongnya, gak papa deh banjir. Setahun sekali, lima tahun sekali. Sekarang gak jelas. Tahun 2015 7 kali. Sehingga, ini pasti kita bongkar. Tinggal tunggu rusun aja. Saya gak mungkin bilang ini gak bongkar, pasti bongkar," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang warga RT 01 RW 12 Kelurahan Bukit Duri, Ida, mengatakan dirinya bersedia untuk direlokasi. Dirinya hanya ingin Ahok mempertimbangkan jarak Rusun yang menjadi lokasi relokasi warga. Pasalnya sebagian besar lokasi sekolah anak-anak mereka berada tidak jauh dari tempat tinggalnya sekarang.

"Saya ikut aja. Gapapa ke rusun, yang penting deket anak sekolah, " ujarnya.

Pemukiman di Cipinang Melayu Terendam Banjir, Ini Penyebabnya

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Marselinus Gunas
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex