logo


Pemerintah Didesak Lakukan Pembinaan Kepada Peternak Rakyat Ketimbang Impor

Dengan masuknya unggas asal Malaysia, para peternak yang saat ini tersebar di kawasan pantai utara pulau jawa sulit untuk menjual bebek pedaging karena tidak mampu bersaing dengan produk yang diimpor dari luar negeri.

20 Februari 2017 15:18 WIB

Ilustrasi, peternak ayam.
Ilustrasi, peternak ayam. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), Ade Zulkarnaen meminta pemerintah untuk melakukan pembinaan kepada para peternak rakyat dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan khususnya unggas di dalam negeri ketimbang melakukan kebijakan impor pangan.

“Pemerintah perlu mengoptimalkan potensi peternak lokal yang ada dari pada membuka peluang impor yang justru mengganggu keseimbangan pasar unggas di dalam negeri,” kata Ade Zulkarnaen di Jakarta, Senin(20/2).

Lebih lanjut, Ia mengatakan, dengan masuknya unggas asal Malaysia, para peternak yang saat ini tersebar di kawasan pantai utara pulau jawa sulit untuk menjual bebek pedaging karena tidak mampu bersaing dengan produk yang diimpor dari luar negeri.

Seperti diketahui, sejak 2015 yang lalu pemerintah membuka keran impor dari Malaysia guna memenuhi kebutuhan konsumsi daging bebek dan itik dalam negeri.

“Izin impor ini sudah diberikan sejak awal 2015 yang lalu tetapi dampaknya yang cukup signifikan dirasakan saat ini,” katanya.

Ia berharap agar kebijakan tersebut perlu untuk didalami kembali oleh pemerintah guna menjaga keberlangsungan usaha kecil peternakan rakyat yang ada dan tersebar di seluruh tanah air.

Mentan Apresiasi Kerjasama Pelaku Usaha Perunggasan dalam Menjaga Harga

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Marselinus Gunas