logo


DPR Sesalkan Aksi Ciuman Massal yang Dilakukan PNS di Nias

Kabupaten Nias sangat terkenal sebagai daerah yang sangat kental dengan adat istiadat, penghormatan terhadap leluhur serta sangat menjaga etika

20 Februari 2017 11:59 WIB

Anggota Komisi II DPR, Arteria Dahlan.
Anggota Komisi II DPR, Arteria Dahlan. dok. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi II DPR RI, Arteria Dahlan, mengungkapkan keprihatinannya atas aksi ciuman massal yang dilakukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada moment Hari Valentine tanggal 14 Februari di Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut).

"Saya prihatin, kok ASN atau PNS merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine's Day dengan cara seperti itu. Saya bukan menutup diri dengan kemajuan dan perkembangan sosial budaya termasuk pengaruh dunia barat, tapi saya hampir tidak percaya itu terjadi di Nias yang sangat kental dengan adat istiadat, budaya dan kearifan lokalnya," ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (20/2).

Menurutnya, Kabupaten Nias sangat terkenal sebagai daerah yang sangat kental dengan adat istiadat, penghormatan terhadap leluhur serta sangat menjaga etika. Sehingga, mau dipaksakan dengan alasan pembenar sekalipun, aksi mengumbar kemesraan yang bukan dilakukan oleh suami istri yang sah di muka umum masih belum dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat, apalagi di Kabupaten Nias, Sumut.


Ngaku Jungkir Balik Dukung Jokowi, Kapitra Minta Jadi Jaksa Agung

"Atas nama apapun, apalagi dengan alasan valentine's day, pembenaran apapun sulit rasanya kita terima," tuturnya.

Dalam hal ini, Arteria meminta Komisi Aparatur Sipil Negara untuk turun ke Nias melakukan pengecekan dan mencari informasi yang faktual tentang kejadian tersebut.

"Saya minta laporannya secepatnya, paling tidak setelah reses bisa kita dapat infonya. Seandainya benar, hal tersebut sangat disayangkan pada saat jam efektif kerja ASN melakukan hal seperti itu, sekalipun hendak diambil momentum Hari Kasih Sayang, seyogyanya dalam konteks pelayanan publik bukan aksi cium seperti itu. ASN itu harus menjadi contoh yang baik, mereka itu dipilih melalui proses seleksi yang dibiayai negara. Mereka itu adalah simbolisasi hadirnya negara di tengah masyarakat. Ini mencoreng gerakan revolusi mental dan reformasi birokrasi," tutupnya.

Amankan Wanita Bawa Anjing ke Masjid, Polisi: Keterangannya Berubah-ubah

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex