logo


Datangi TPS yang Lakukan Pencoblosan Ulang, Anies Dinilai Tak Etis

Menurut Jeirry, meski tidak ada larangan bagi seorang Cagub melakukan kunjungan di lokasi manapun, namun kehadiran Anies itu secara tidak langsung dapat menggiring opini masyarakat.

20 Februari 2017 02:09 WIB

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Rasyid Baswedan, usai mengunjungi TPS 29 di bilangan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (19/2)
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Rasyid Baswedan, usai mengunjungi TPS 29 di bilangan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (19/2) kompas

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI), Jeirry Sumampow, menilai, kehadiran Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Rasyid Baswedan, di TPS 29 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada hari Minggu, tanggal 19 Februari 2017 siang kemarin, tidaklah etis.

Menurut Jeirry, meski tidak ada larangan bagi seorang Cagub melakukan kunjungan di lokasi manapun, namun kehadiran Anies itu secara tidak langsung dapat menggiring opini masyarakat.

"Ini persoalan etis saja. Secara tidak langsung menggiring opini masyarakat," kata Jeirry saat mengisi program di salah satu TV Swasta, Minggu (19/2).


Kado Anies untuk Anak Polisi Pengawalnya

Lebih jauh Jeirry menambahkan, semestinya pemungutan suara ulang tidak terjadi pada Pilkada DKI Jakarta. Menurut dia, kesalahan kecil yang dilakukan penyelenggara pemilihan ini bisa berdampak terhadap menang kalahnya seorang calon.

"Ini kesalahan yang sifatnya remeh temeh. Kalau tidak ada kesengajaan, tidak mungkin ada kesalahan seperti ini," tutur dia.

Seperti diketahui, hari Minggu, tanggal 19 Februari 2017 siang kemarin, Anies tampak langsung memantau di TPS 29, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Pemungutan suara di TPS tersebut diulang karena berdasar pemeriksaan Panwas Kecamatan, terdapat lebih dari satu orang pemilih yang tidak terdaftar menggunakan hak pilihnya di TPS itu.

Kepada media, Anies mengatakan kedatangannya tidak direncanakan. Ia hanya ingin memastikan pemungutan suara ulang berjalan lancar.

"Kami tidak ingin ada ketidakpercayaan pada KPU," tukas Anies.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno, mengatakan, tidak ada masalah bila Anies datang ke TPS. Menurutnya, TPS merupakan tempat terbuka dan tidak ada larangan bagi siapa pun untuk datang.

"Ini kan tempat terbuka, siapa pun boleh datang. Baik calon, bukan calon, pemilih, bukan pemilih, warga sini, atau warga tempat lain. Tidak masalah," kata Sumarno.

Pada pencoblosan ulang hari itu, total warga Kalibata yang memberikan suaranya di TPS 29 berjumlah 412, atau berkurang 44 dibandingkan sebelumnya. Hasilnya, suara Anies-Sandi melonjak menjadi 385 suara, diikuti Ahok-Djarot dengan 19 suara, dan Agus-Sylvi yang hanya mendapat 7 suara.

Sementara pada pencoblosan tanggal 15 Februari lalu, pasangan Anies-Sandi di meraup 345 suara, diikuti pasangan Agus-Sylvi dengan 77 suara, dan Ahok-Djarot di posisi buncit dengan hanya 29 suara.

 

PPP Isyaratkan Dukung Anies-Sandi

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×