logo


PDIP Ingin Gandeng PAN di Putaran Kedua Pilkada DKI, PAN Menolak

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebenarnya berkali-kali merayu PDIP untuk berkoalisi di Pilkada DKI, dengan syarat tidak mengusung Ahok.

19 Februari 2017 06:43 WIB

Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbincang dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan disaksikan jajaran pengurus partai masing-masing saat melakukan pertemuan di Jakarta, Selasa (22/11).
Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbincang dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan disaksikan jajaran pengurus partai masing-masing saat melakukan pertemuan di Jakarta, Selasa (22/11). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPP PDIP Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan Trimedya Panjaitan mengatakan, pada pilkada serentak 2017 di 101 kabupaten, kota dan provinsi, PDI-P paling banyak berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Menurutnya, bukan lah sebuah hal yang mustahil jika pada putaran kedua Pilkada DKI PDI-P akan berkoalisi dengan PAN. PAN merupakan salah satu partai pendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

"Bukan tidak mustahil di Pilkada DKI (putaran kedua) PDIP dan PAN kembali bersama lagi," ujar Trimedya saat diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2/2017).

Sebagaimana diketahui, berdasarkan peta perolehan suara sementara, pasangan Basuki T Purnama - Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan - Sandiaga Uno diprediksi akan mengikuti putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Menanggapi hal itu, politisi PAN Yandri Sudanto menegaskan partainya tidak akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan (PDIP) di putaran kedua Pilkada DKI yang akan digelar pada April nanti. PAN tidak mungkin mendukung Ahok.


Demokrat Persilahkan Relawan Agus-Sylvi Dukung Pasangan Lain

Yandri mengatakan, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebenarnya berkali-kali merayu PDIP untuk berkoalisi di Pilkada DKI, dengan syarat tidak mengusung Ahok.

"Lama sekali kami merayu PDIP. Ketua umum kali 10 kali merayu bahkan 6 kali ketemu Bu Mega untuk bisa berkoalisi," kata Yandri, Sabtu (18/2/2017).

PAN menolak calon gubernur petahana itu bukan karena etnis, lantaran karena pribadi Ahok yang dinilai tidak cocok sebagai pemimpin. PAN mengaku tidak masalah dengan Djarot Saiful Hidayat, sebagai wakil gubernur petahana dari PDI-P.

Drainase Vertikal, Anies Masih Teori, Pemprov DKI Sudah Lakukan

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas