logo


Kisah Inspiratif Danu Wongso: Sarjana Teknik Raih Sukses Sebagai Marketing

Banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan seorang marketing dalam mencapai target pemasarannya misalnya attitude, felling, approaching, dan berbagai faktor lainnya.

18 Februari 2017 15:37 WIB

Danu Wongso saat bersama Presiden Joko Widodo
Danu Wongso saat bersama Presiden Joko Widodo Dok. Jitunews.com

SOLO, JITUNEWS.COM - Kesuksesan memasarkan sebuah produk tidak hanya diperlukan sebuah keahlian teknik yang mumpuni namun ada banyak faktor yang mempengaruhi sebuah produk dapat diterima masyarakat. Kesuksesan seorang marketing dalam mencapai target pemasarannya lebih banyak ditentukan oleh sikap, felling, approaching, dan berbagai faktor lainnya.

Danu Wongso, seorang pria lulusan fakultas teknik salah satu universitas ternama di Indonesia ini awalnya tidak pernah menyangka jika jalan hidupnya akan menjadi marketing consultant. Pekerjaan yang dia tekuni dari 1998 hingga kini sebenarnya bukan merupakan pilihan hidupnya. Pekerjaan sebagai seorang marketing consultant selain karena bidang ilmunya saat kuliah tidak linear dengan dunia marketing,  Danu juga seorang yang takut untuk berbicara di depan umum. "Awalnya menjadi seorang tenaga marketing bukan pilihan karena saya takut untuk berkomunikasi dengan banyak orang namun siapa sangka Allah menentukan jalan itu sebagai yang terbaik untuk saya" ucapnya saat ditemui Jitunews.com di sela sela kesibukanya,  Sabtu (18/2).

"Setelah lulus kuliah sebenarnya saya beberapa kali dapat panggilan kerja sebagai Manager Operasional di beberapa perusahaan di Indonesia namun karena alasan keluargalah saya urungkan niat untuk bekerja di beberapa perusahaan tersebut, karena saya anak tunggal maka saya harus dekat dengan orang tua dan menjaga beliau sebaik mungkin, akhirnya saya memutuskan untuk berkarier di Solo saja,"  tambahnya.


Ingat! Hal Biasa dalam Hidup Ini Ternyata Sangat Berharga

Berawal dari kondisi tersebut, pria yang sekarang menjabat sebagai website consultant di SoloWeb, sebuah perusahaan web design & development  terkemuka di Kota Solo ini mulai berpikir apa yang bisa ia kerjakan untuk menghasilkan uang,  hingga akhirnya ia menyadari satu passion yang sebenarnya secara tidak sadar sudah ia miliki sejak duduk di bangku kuliah yaitu marketing.

"Saya dulu semester dua sudah jualan cinderamata seperti kaos, gantungan kunci, dan sebagainya lalu juga pernah jualan barang elektronik bekas. Keuntungan dari penjualan kaos,gantungan kunci hanya belasan ribu paling mentok ratusan ribu pada saat itu. Aktivitas tersebut berjalan terus hingga saya lulus kuliah dan hingga saya sadari memang kelebihan saya disitu yaitu memasarkan sebuah produk,"  ucapnya.

Danu mengungkapkan, ilmu marketingnya semakin terasah ketika bertemu dengan Jimmy Soegiarto, seorang pengusaha muda asal Solo. Jimmy Soegiarto bagi seorang Danu bukan hanya atasan namun juga seorang guru,  karena dari Jimmy Soegiarto Danu belajar tentang bagaimana cara memasarkan produk yang efektif sehingga klien tidak mungkin menolak untuk membeli.

"Dari Pak Jimmy saya belajar banyak hal, saya mendapat relasi orang-orang hebat, entah itu para pengusaha, tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan maupun publik figur yang mana komunikasi dengan mereka semua itu masih terus terjaga dengan baik sampai sekarang. Suatu waktu beliau menanyakan kepada saya tentang menjual pesawat dan kacang itu mudah mana? pertanyaan sederhana itulah yang membuat saya berkembang menjadi seorang marketing consultant profesional seperti sekarang ini,"  jelasnya.

Berawal dari belasan ribu rupiah saja, Danu menceritakan bahwa pernah mengedealkan sebuah project hingga Rp 8 miliar rupiah. Dalam waktu senggangnya, Danu  sering mengikuti seminar-seminar tentang marketing dengan narasumber tiga pakar marketing favoritnya yaitu Tung Desem Waringin, James Gwee, dan Hermawan Kertajaya.

"Hal yang paling penting dalam pekerjaan ini adalah relasi, semakin banyak kita mempunyai relasi maka semakin mudah pekerjaan kita. Relasi yang luas tidak berarti banyak jika kita tidak bisa memaintenance dengan baik. Cara memaintenance relasi dan klien itu juga sangat penting  dengan cara yang berbeda pada tiap relasi atau klien tersebut, karena mereka mempunyai kesenangan yang berbeda-beda juga. Terakhir,  manusia hanya di wilayah usaha saja masalah hasil akhir Tuhan yang menentukan hasilnya," pungkasnya. 

Bosan di Rumah Terus? Yuk Coba Lakukan Hal Ini Agar Social Distancing Lebih Menyenangkan

Halaman: 
Penulis : Rofiq Hudawiy, Vicky Anggriawan,Ellectrananda Anugerah Ash-shidiqq