logo


Pengamat Sebut Isu Penistaan Agama Tidak Berpengaruh Besar pada Pilkada DKI

Sesuai hasil quick count Pilkada DKI 2017 Cyrus Network, pasangan nomor dua, Ahok-Djarot mendapat posisi teratas dengan mengantungi suara 42,92 persen.

18 Februari 2017 14:52 WIB

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio
Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio harianindo

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Politik, Hendri Satrio mengatakan bahwa berangkat dari hasil pemungutan suara putaran pertama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 DKI menandakan isu penistaan agama yang menjerat calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau (Ahok) tidak berpengaru besar pada pilihan masyarakat.

Ia menegaskan, terbukti dari hasil hitung cepat dari beberapa lembaga survei yang ada menujukan bahwa Pasangan No urut 2 Ahok dan Djarot masih menempati posisi teratas.

"Ini menandakan bahwa para pemilih di DKI Jakarta, tidak terlalu mempedulikan isu agama. Agama selalu dilihat sebagai urusan pribadi," demikian kata Hendri dalam sebuah acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, pada Sabtu (18/2).


“Sudahlah Mempermasalahkan Doa Bunda Neno Warisman, Rakyat Butuh…”

Menurutnya, kurang kuatnya isu agama mempengaruhi para pemilih, karena masyarakat pemilih di di DKI Jakarta lebih di dominasi oleh pemilih yang berpendidikan SMA ke atas. Menurutnya, urusan keagamaan sifatnya personal bagi para pemilih Jakarta. Justru isu yang menjadi perhatian khusus bagi pemilih Jakarta adalah pada persoalan korupsi dan kredibilias calon.

"Isu penistaan agama ini baik buat Pak ahok. Karena mereka (para pemilih di Jakarta) lebih consern ke soal isu korupsi," demikian katanya.

Sesuai hasil quick count Pilkada DKI 2017 Cyrus Network, pasangan nomor dua, Ahok-Djarot mendapat posisi teratas dengan mengantungi suara 42,92 persen.

Kemudian disusul Anies-Sandiaga memperoleh 39,94 persen. Terakhir Agus-Sylvi mendapat pos terakhir dengan 17,13 persen.

Tak Kenal Oposisi atau Bukan, Pengamat Sebut Dua Partai Ini Selalu Dapat Jatah Kursi Menteri

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan