logo


Drainase Horizontal ala Anies, Ahok: Kita Hanya Butuh Waktu Normalisasi Sungai

Tak hanya membutuhkan waktu untuk menormalisasi sungai, warga bantaran yang terdampak akibat program tersebut juga harus dipindahkan ke rumah susun.

17 Februari 2017 10:47 WIB

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. dok. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Enggan tanggapi inovasi Calon Gubernur pesaingnya Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berdalih programnya untuk menormalisasi sungai sudah cukup mengatasi banjir di Jakarta.

Hanya saja menurut Ahok, dirinya membutuhkan waktu untuk menyelesaikan programnya tersebut. Sehingga dirinya meminta warga Jakarta untuk bersabar.

"Saya gak bisa tanggapi lah. Cuman yang pasti kalau enggak normalisasi sungai gak mungkin. Kita butuh waktu," ungkap Ahok di Kantor Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/2).


Ma'ruf Amin Minta Mensos Antisipasi Daerah Banjir Sedini Mungkin

Tak hanya membutuhkan waktu untuk menormalisasi sungai, warga bantaran yang terdampak akibat program tersebut juga harus dipindahkan ke rumah susun (Rusun). Sementara pembangunan rusun sendiri tidak bisa dikerjakan dalam waktu singkat.

"Kalau mau pindahin orangkan anda butuh rumah susun, bangun juga butuh kontraktor. Kontraktor jelek juga pasti coret. Masa satu tahun langsung perbaikan semua ada waktunya," ujarnya.

Apalagi diakui Ahok, tak mudah memindahkan warga bantaran sungai ke Rusun yang telah disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Butuh waktu setidaknya tiga tahun untuk membuat warga bisa tinggal di Rusun.

"Kita butuh waktu 3 tahun melatih orang pindah ke rumah susun," pungkasnya.

Sebelumnya, Anies sempat melemparkan gagasan untuk membuat pengelolaan air lebih efektif. Salah satunya dengan menggunakan teknologi horizontal drainase.

Teknologi tersebut berupa pembuatan sumur-sumur resapan, yang dapat menyerap air huja langsung ke dalam tanah. Upaya ini diyakini Anies, dapat mengurangi debit air yang mengalir ke sungai, lantaran sebagian air hujan mampu terserap ke dalam tanah.

"Pada akhirnya pengelolaan air harus menggunakan vertikal drainase, bukan horizontal drainase. Artinya dialirkan ke laut saja belum cukup. Tetap dimasukkan ke bumi, dan bumi ita Jakarta memerlukan air. Ke depan vertikal drainase, bukan horizontal drainase," ujar Anies.

Soroti Pernyataan Ahok Soal Mafia Auditor BPK, Arief Poyuono: KPK dan Polri Harus Turun Tangan

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Syukron Fadillah