logo


NTB Siap Kembangkan Peternakan Sapi Melalui Program BSS

"Kita harus kembalikan marwah masyarakat NTB beternak karena dulu NTB pernah ekspor sapi, sehingga sekarang dengan program Bumi BSS diharapkan akan mengulang sejarah itu kembali,” kata Sekda NTB.

17 Februari 2017 10:38 WIB

Peternakan sapi.
Peternakan sapi. Jitunews/Latiko A.D

MATARAM, JITUNEWS.COM - Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Rosyadi H. Sayuti,mengatakan bahwa pihaknya terus mendukung program strategis dari pemerintah pusat dalam mengembangakan peternakan di Indonesia. Pemerintah pusat mencanangkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab), bentuk lanjut dari program besar pemerintah pusat tersebut pihaknya secara khusus mencanangkan program Bumi Sejuta Sapi (BSS).

"Dengan program BSS ini diharapkan kembali menarik minat masyarakat untuk kembali mengembangkan peternakan yang terintegrasi di NTB,”demikian kata Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Rosyadi H. Sayuti seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Jumat (17/2).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dicanangkannya program BSS ini untuk kembali menyadarkan masyarakat bahwa NTB adalah provinsi yang memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor peternakan sapi.


KKP-FAO Lakukan Training untuk Percepat Perluasan Area Minapadi di Indonesia

"Kita harus kembalikan marwah masyarakat NTB beternak karena dulu NTB pernah ekspor sapi, sehingga sekarang dengan program Bumi BSS diharapkan akan mengulang sejarah itu kembali,” demikian kata Sekda NTB.

Sementara itu Pakar Bio Ekosistem Padang Penggembalaan dan Nutrisi Ruminansia, Suhubdy Yasin, menyampaikan, NTB merupakan wilayah yang sanagat strategis dalam memajukan sektor peternakan.

Menurutnya potensi alam yang sangat luar biasa, menjadikan NTB sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor peternakan. Pasalnya selain mempunyai potensi untuk pengembangan sapi Bali, alam NTB juga berpotensi untuk pengembangan kerbau lumpur terutama di Pulau Sumbawa.

"Untuk kerbau lumpur di Pulau Sumbawa ini perlu kita jaga dan selamatkan dari penyakit Surra dan SE (Septichemia Epizootica) yang juga dikenal dengan penyakit ngorok," demikian kata Suhubdy Yasin.

Diplomasi Kopi Presiden Jokowi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah