logo


I Ketut Diarmita: Tantangan Peternakan, pada Sektor Kelembagaan dan Skala Usaha Peternak

Pemerintah pun telah, sedang dan akan terus melakukan perbaikan sistem logistik dan supply chain untuk komoditas sapi dan daging sapi melalui langkah-langkah kongket.

16 Februari 2017 18:02 WIB

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Ketut Diarmita.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Ketut Diarmita. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita mengatakan bahwa tantangan besar disektor peternakkan pada saat ini adalah pada soal kelembagaan dan skala usaha peternak.

"Oleh karena itu, pemerintah merancang berbagai program dan kebijakan dalam rangka penguatan skala ekonomi dan kelembagaan peternak," demikian kata I Ketut Diarmita pada acara Simposium Nasional Peternakan 2017 dengan tema "Peran Strategis Sapi dan Kerbau Menuju Tercapainya Visi Kedaulatan Pangan"yang diselenggarakan dalam rangka Lustrum dan Dies Natalis Fakultas Peternakan Universitas Mataram, Kamis (16/2/2017).

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa sampai saat ini pemerintah telah mengupayaka banyak hal untuk kembali menguatkan skala ekonomi dan  kelembagaan tersebut yakni pertama, dengan menggeser pola pemeliharaan sapi perorangan ke arah kelompok dengan pola perkandangan koloni, sehingga memenuhi skala ekonomi.

Kedua, pengembangan pola integrasi ternak tanaman, misalnya integrasi sapi-sawit. Ketiga, pengembangan padang penggembalaan melalui optimalisasi lahan ex- tambang dan kawasan padang penggembalaan di Indonesia Timur.

"Keempat pemerintah saat ini telah menyiapkan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS)," sebutnya.

Ketut menegaskan pemerintah pun telah, sedang dan akan terus melakukan perbaikan sistem logistik dan supply chain untuk komoditas sapi dan daging sapi melalui langkah-langkah kongket yang meliputi.

Pertama, Pengadaan dan operasionalisasi kapal ternak yang didesain memenuhi standar animal welfare.

"Dengan adanya kapal ternak ini diharapkan akan  merubah struktur pasar, meningkatkan harga di peternak dan penurunan harga daging di konsumen. Saat ini sedang disiapkan tambahan kapal sebanyak 5 unit, dan diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2018," jelasnya.

Kedua, pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) modern. Ini dilakukan di sentra-sentra produksi.

"Ketiga, pemerintah melakukan perbaikan tata laksana dan pengawasan impor yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat," demikian pungkas Ketut.

Indonesia-Amerika Serikat Memiliki Kemitraan Kuat di Sektor Maritim

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Marselinus Gunas