logo


Dirjen Peternakan Imbau Pelaku Usaha Lakukan Pendataan Tingkat Populasi Sapi dan Kerbau

Ini penting guna untuk mengetahui peningkatan populasi sapi dan kerbau secara nasional.

16 Februari 2017 17:54 WIB

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita saat berbicara pada acara Simposium Nasional Peternakan 2017 dengan tema "Peran Strategis Sapi dan Kerbau Menuju Tercapainya Visi Kedaulatan Pangan"yang diselenggarakan dalam rangka Lustrum dan Dies Natalis Fakultas Peternakan Universitas Mataram, Kamis (16/2/2017).
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita saat berbicara pada acara Simposium Nasional Peternakan 2017 dengan tema "Peran Strategis Sapi dan Kerbau Menuju Tercapainya Visi Kedaulatan Pangan"yang diselenggarakan dalam rangka Lustrum dan Dies Natalis Fakultas Peternakan Universitas Mataram, Kamis (16/2/2017). Jitunews/Siprianus Jewarut

MATARAM, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menghimbau agar para pelaku usaha dan peternak melakukan pencatatan (recording) dan kegiatan evaluasi dengan baik. Ini penting guna untuk mengetahui peningkatan populasi sapi dan kerbau secara nasional.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita menyatakan, pencatatan (recording) dan kegiatan evaluasi yang baik pada sub sektor peternakan memegang peranan penting, terutama untuk mengetahui populasi sapi dan kerbau di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan pada acara Simposium Nasional Peternakan 2017 dengan tema "Peran Strategis Sapi dan Kerbau Menuju Tercapainya Visi Kedaulatan Pangan"yang diselenggarakan dalam rangka Lustrum dan Dies Natalis Fakultas Peternakan Universitas Mataram, Kamis (16/2/2017).

Ketut menjelaskan profil peternak sapi dan kerbau di Indonesia merujuk pada data hasil Sensus Pertanian 2013, dimana terdapat sebanyak 5.114.921 rumah tangga pemelihara sapi potong dengan jumlah ternak yang dipelihara sebanyak 12.417.202 ekor.

“Dengan kata lain, rata-rata setiap rumah tangga hanya memelihara 2-3 ekor saja. Jika dibandingkan dengan jumlah perusahaan sapi potong sebanyak 142 perusahaan yang memelihara 203.729 ekor, atau rata-rata per perusahaan memelihara 1.435 ekor” ungkapnya.

“Kondisi yang sama juga terjadi pada sapi perah dan kerbau di Indonesia”, pinta Ketut.

Lebih lanjut Ketut menuturkan pemerintah saat ini berkeinginan untuk mendorong industri peternakan sapi dan kerbau lebih ke arah hulu, yaitu ke arah perbibitan dan pengembangbiakan.

"Untuk itu pemerintah akan memperkuat aspek perbenihan dan perbibitan melalui keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari dan Balai Inseminasi Buatan Lembang, serta delapan Balai Perbibitan ternak untuk menghasilkan benih dan bibit unggul berkualitas," lanjutnya.

Dalam rangka percepatan peningkatan populasi Sapi, pemerintah melakukan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) pada tahun 2017 dengan target 4 juta ekor akseptor dan 3 juta ekor sapi bunting.

Sesuai dengan Permentan Nomor 48 Tahun 2016, perbaikan sistem manajemen reproduksi pada UPSUS SIWAB dilakukan melalui pemeriksaan status reproduksi dan gangguan reproduksi, pelayanan IB dan kawin alam, pemenuhan semen beku dan N2 cair, pengendalian betina produktif dan pemenuhan hijauan pakan ternak dan konsentrat.

"Upaya lain yang dilakukan pemerintah dalam rangka percepatan peningkatan populasi sapi adalah melalui implementasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2016 Tentang Pemasukan Ternak Ruminansia Besar Ke Dalam Wilayah Negara Republik," tukas Ketut.

Pemerintah Kembali Salurkan Bantuan Pangan Pokok dengan Kartu

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Marselinus Gunas