logo


Tingkatkan Produksi Jagung dan Sapi, Kementan Turunkan Tim Khusus ke NTT

Langkah kesiapan SDM juga menjadi salah satu faktor penting yang harus dilakukan, guna mendukung setiap program pemerintah.

16 Februari 2017 14:37 WIB

Staf Khusus Menteri Pertanian, Ani Andayani bersama tim khusus di NTT
Staf Khusus Menteri Pertanian, Ani Andayani bersama tim khusus di NTT dok. Humas Kementan

KUPANG, JITUNEWS.COM – Hingga saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) terus berkomitmen kuat dalam meningkatkan produksi di sektor pertanian dan peningkatan produksi sapi tanah air. Untuk mewujudkan program tersebut pihak kementan terus mempelajari karakter serta potensi yang ada di setiap wilayah di seluruh nusantara.

Hal yang sama juga di lakukan oleh Kementan dengan provinsi NTT. Pasalnya NTT sudah di targetkan akan menjadi daerah sentra Tanaman Jagung dan juga sentra peternakan sapi nasional.

Dalam mensukseskan program tersebut pihak Kementan kembali menerjunkan Tim Khusus Percepatan Pengembangan Industri Jagung dan Ternak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasalnya tujuan dari Tim ini dalah untuk melakukan langkah pemetaan lapangan terkait dengan potensi yang ada di wilayah tersebut.


Brigade Alsin, Strategi Mentan Garap Lahan Rawa

Staf Khusus Menteri Pertanian, Ani Andayani mengatakan, pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada saat ini sudah siap dalam mensukseskan program pemerintah pusat tersebut. Ia menegaskan bahwa untuk kabupaten Malaka yang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi NTT telah siap mengembangkan 50.000 hektar lahan jagung selama lima tahun ke depan.

“Nantinya, pengelolaan dilakukan secara komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir,”demikian kata Staf Khusus Menteri Pertanian, Ani Andayani seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Kamis (16/2).

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa untuk pengembangan peternakan Sapi akan di fokuskan di Kabupaten Belu.

"Untuk Kabupaten Belu sesuai dengan arahan Mentan (Amran Sulaiman), akan dikuatkan dengan pengembangan ternak sapi sebanyak 100.000 ekor selama 5 tahun," demikian katanya.

Ia menargetkan dengan adanya upaya tersebut target ke depan, akan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional dan juga akan melakukan ekspor.

Ani, selaku penanggung jawab Upsus (Upaya Khusus) Pajale (Padi Jagung Kedelai) NTT mengatakan, mengakui bahwa program ini tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya kesiapan SDM yang handal.

"Karena semua inovasi dan teknologi tidak akan mampu dijalankan bila SDM nya tidak siap," ucapnya.

Maka menurutnya, langkah kesiapan SDM juga menjadi salah satu faktor penting yang harus dilakukan, guna mendukung setiap program pemerintah tersebut.

Pimpinan DPR Puji Capaian Sektor Pertanian Era Amran

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah