logo


"Konflik Antasari dan SBY Sebagai Perang Terbuka Antar Tokoh Elit Politik"

Komisi III DPR Minta Penegak Hukum Jelaskan Titik Terang Kasus Antasari

15 Februari 2017 10:41 WIB

Susilo Bambang Yudhoyono dan Antasari Azhar
Susilo Bambang Yudhoyono dan Antasari Azhar Merdeka.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar yang menyebut dirinya menjadi korban kriminalisasi mengundang komentar dari Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo. Bambang menilai penegak hukum harus mengambil sikap untuk menjelaskan titik terang kasus tersebut.

"Intinya kalau ada pembengkokan hukum di masa lalu, ya sudah sepatutnya penegak hukum sekarang meluruskan kembali pembengkokan hukum itu berdasarkan fakta yang ada," tegas Bambang, Rabu (15/2/2017).

Bambang mengatakan, Antasari harus mampu membuktikan tudingannya dan polisi wajib mencari ada-tidaknya bukti tindak kriminalisasi seperti yang dikatakan Antasari. Dirinya juga meminta polisi untuk segera membeberkannya ke publik jika investigasi tersebut telah selesai.


SBY: Statement Antasari Menyerang Saya

"Menurut saya Antasari harus bisa membuktikan bahwa dirinya dikriminalisasi. Polisi harus menerima dan melaksanakan laporan tersebut berdasarkan bukti yang ada dan segera diumumkan ke publik, apabila terpenuhi bukti yang ada. Kalau tidak, ya sampaikan saja, agar tak berlarut-larut," ucapnya.

Bambang menilai, konflik yang terjadi antara Antasari dan SBY saat ini sebagai bentuk perang terbuka antar tokoh elit politik. "Ini bisa menjadi perang terbuka di antara tokoh elit kita," ujarnya.

 

SBY: Nasib Agus Harimurti Yudhoyono Nampaknya Sama Dengan Nasib Saya

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama