logo


Usai Mencoblos, Agus Komentari Soal Antasari Azhar

Antasari Azhar sebut nama SBY usai memberi laporan ke Bareskrim Polri, Selasa (14/2) kemarin

15 Februari 2017 10:14 WIB

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) bersama istri, Annisa Pohan (kanan) memasukkan surat suara ke dalam kotak saat proses pencoblosan Pilkada DKI Jakarta di TPS 6, Rawa Barat, Jakarta, Rabu (15/2).
Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) bersama istri, Annisa Pohan (kanan) memasukkan surat suara ke dalam kotak saat proses pencoblosan Pilkada DKI Jakarta di TPS 6, Rawa Barat, Jakarta, Rabu (15/2). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Yudhoyono angkat bicara soal tudingan mantan Ketua KPK Antasari Azhar kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Agus mengatakan bahwa masyarakat saat ini sudah semakin cerdas untuk membedakan antara fitnah dan fakta.

"Pak SBY sudah menjawab dan mengklarifikasi yang sifatnya fitnah. Beliau memiliki hak untuk klarifikasi. Masyarakat sudah semakin cerdas, bisa memahami mana yang fakta dan mana yang kebohongan," kata Agus usai mencoblos di TPS 6, Cibeber, Kebayoran Baru, Rabu (15/2/2017).

Agus menyebut masyarakat dapat mengetahui situasi yang terjadi melalui penjelasan SBY dalam konferensi pers tadi malam. Dirinya turut menyoroti Antasari yang melempar tudingan pada H-1 Pilkada.


Soal Laporan Tanggal 14, Antasari Menjawab Lugas Tudingan SBY di Twitter

"Masyarakat tidak mudah percaya dengan isu-isu yang dihembuskan satu hari menjelang pencoblosan," ujar Agus.

Terkait dengan peluangnya untuk memenangi Pilkada DKI semakin menurun terlebih pasca tudingan Antasari terhadap SBY, Agus menegaskan jika dirinya tidak takut kalah. Dia menyebut pihaknya difitnah sehingga harus memberi klarifikasi.

"Bukan takut kalah. Itu adalah klarifikasi. Apakah mas tinggal diam saja pada saat difitnah? Sudah seharusnya untuk mengklarifikasi segala sesuatu kalau memang itu fitnah," tegasnya.

Antasari Azhar; dari Bebas Bersyarat Hingga Seret Nama SBY

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama