logo


Polisi Bentuk Tim OTT Politik Uang, Apa Kata Bawaslu?

Polda Metro Jaya mencium adanya indikasi money politics jelang pencoblosan Pilkada DKI

14 Februari 2017 09:39 WIB

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta dengan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur melakukan kerja sama menggunakan aplikasi sistem analisa data pemilih (SADAP)
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta dengan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur melakukan kerja sama menggunakan aplikasi sistem analisa data pemilih (SADAP) Dok. Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jelang pencoblosan pemilihan gubernur DKI Jakarta, Polda Metro Jaya membentuk tim Operasi Tangkap Tangan (OTT) money politics. Pembentukan tim OTT tersebut terkait dengan adanya indikasi money politics atau politik uang jelang pencoblosan yang akan berlangsung pada tanggal 15 Februari 2017 besok.

"Money politics, kami mendengar ada informasi. Sebab itu, kami membentuk tim operasi tangkap tangan money politics, dan Undang-Undang mengatur demikian," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M. Iriawan, Senin (13/2/2017).

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengapresiasi langkah yang diambil Polda Metro Jaya tersebut.


Menteri Agama Buka Suara Soal Cuitannya Terkait Hak Pilih Pilkada

"Oh, bagus kalau gitu (membentuk tim OTT money politics)," ujar Koordinator Divisi Hukum Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri, seperti dilansir detikcom, Senin (13/2).

Jufri mengatakan, langkah Kepolisian membentuk tim OTT politik uang itu tidak akan mengganggu kinerja Bawaslu DKI Jakarta dalam mencegah praktik curang tersebut. Dirinya bahkan menyebut pihaknya akan terbantu dengan adanya hal tersebut.

Sebagaimana diketahui, Bawaslu bersama sejumlah pihak, termasuk Kepolisian membentuk tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dalam mengawal proses Pilgub DKI Jakarta.

"Kan koordinasi dengan Polisi. Karena Bawaslu tidak ada kewenangan untuk menangkap kemudian nanti diproses di Gakkumdu," ucapnya.

Seruan Ahmad Dhani Jadikan 15 Februari Jadi Hari Raya Al-Maidah Dicibir Netizen

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama