logo


Bali Diterjang Banjir Bandang dan Longsor, Lahan Bawang Merah Siap Panen Musnah

Bencana alam itu diperkirakan terjadi pada Jumat dini hari dan baru diketahui masyarakat sekitar pukul 07.00 WITA.

11 Februari 2017 14:01 WIB

Kerusakan yang diakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.\\n\\n
Kerusakan yang diakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.\ Istimewa

BALI, JITUNEWS.COM - Di tengah hiruk pikuk panasnya persaingan Pmeilihan Kepala Daerah yang telah memasuki minggu tenang, kabar duka justru menimpa warga Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Setidaknya menurut Pusat Pengendali Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), 12 orang dinyatakan tewas dalam bencana tanah longsor yang didahulu banjir bandang terjadi Kamis (9/2) hingga Jumat (10/2) dini hari.


Kementan: Tak Ada lagi Impor Benih Jagung

"Selain di Desa Songan, longsor juga terjadi di Desa Awan dan Sukawana," demikian ucap Kepala Pelaksana BPBD Bali Dewa Indra di Denpasar, Jumat (10/2).

BPBD Bali dalam laporannya menyebutkan setidaknya ada satu rumah hancur tertimpa longsoran tanah di Banjar (dusun) Mertha, Desa Awan Kintamani. Akibatnya empat orang tewas atas bencana tersebut.

Bencana alam itu diperkirakan terjadi pada Jumat dini hari dan baru diketahui masyarakat sekitar pukul 07.00 WITA.

BPBD Kabupaten Bangli dibantu Kantor SARSAR Denpasar, BPBD Provinsi Bali, PMI, TNI, Polri, relawan dan dibantu oleh warga melakukan evakuasi dan penanganan kedaruratan, termasuk berupaya melakukan pembersihan di sekitar lokasi.

Hujan ekstrem dengan intensitas 145 mm per hari sempat terjadi di Karangasem, Bali, pada Rabu (8/2). BMKG Bali melaporkan bahwa adanya tekanan rendah 984 mb di Australia Barat berdampak signifikan menyebabkan aliran massa udara di seluruh Indonesia didominasi oleh angin Barat yang bersifat basah.

Parahnya, bencana tersebut sukses merenggut hampir keseluruhan lahan bawang merah dan tempat penyimpanan yang sesungguhnya baru saja dipanen 10 bari yang lalu.

"Sebagian besar bawang sudah dipanen 10 hari yang lalu. Untuk bawang merah yang ditanam di lahan yang dekat aliran sungai yang akan dipanen empat sampai lima hari lagi sudah habis tersapu banjir," ucap Pieter Tangka seorang Pakar Agronomis yang kebetulan menjadi supervisi di lokasi kejadian kepada Jitunews.com, Sabtu (11/2).

Peran Pemuda Majukan Pertanian di Indonesia Makin Nyata

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah