logo


Ahok Sebut Paslon Satu dan Tiga Bangun Opini yang Menyesatkan

"Jadi mohon maaf, banyak data yang sesat, terima kasih," tutup Basuki.

11 Februari 2017 08:00 WIB

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (kiri)-Djarot Saiful Hidayat (kanan) bersiap mengikuti Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (27/1).
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (kiri)-Djarot Saiful Hidayat (kanan) bersiap mengikuti Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (27/1). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam debat ketiga atau terakhir menegaskan bahwa dua kandidat pesaingnya acap kali mengeluarkan pernyataan menyesatkan.

"Ya, saya kadang-kadang mohon maaf kepada paslon satu dan tiga, kadang-kadang Saudara ini suka membangun opini yang menyesatkan. Saya kasih lihat ya, ini kami telah memasang contoh dari Jepang," demikian sahut Ahok di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/2).

Ahok melanjutkan dengan menyampaikan bahwa dia telah memberi perhatian kepada kaum disabilitas. Bahkan, Basuki membantah pernyataan Sylvi yang menyebutkan tidak ada penyandang disabilitas yang menjadi PNS di DKI Jakarta.


Soal Isu Calon Pimpinan BUMN, Fadli Zon: Jokowi dan Ahok Adalah Teman Sejati

"Tadi Bu Sylvi mengatakan, tidak ada penyandang disabilitas yang kerja. Saya dalam hati, astaga Ibu Sylvi ini ke mana aja? Ini ada satu persen CPNS penyandang disabilitas di DKI Jakarta. Makanya untuk Undang-Undang yang baru, kami akan tingkatkan dua persen. Bahkan saya pernah belikan mesin kursi roda kepada PNS yang bekerja. Dia kerja di DPRD dulu, lalu kami pindahkan ke Kominfo," tutur Basuki.

Dia juga menjelaskan, ada juga perwakilan penyandang disabilitas di Dewan Transportasi Kota Jakarta. Mereka membuat peredam kejut untuk TransJakarta yang disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas, khususnya pengguna kursi roda.

"Lalu bicara CCTV, aduh, kami sudah punya 5.047 CCTV terintegrasi di dalam Smart City. Jadi, ini banyak sekali pasangan calon yang dua ini cerita yang sudah kami kerjakan," ujar Basuki kembali.

"Jadi mohon maaf, banyak data yang sesat, terima kasih," tutup Basuki.

Tanggapi Fadli Zon soal Ahok-Jokowi, Golkar: Pikiran yang Amat Picik

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah