logo


PDIP Klaim, Dukungan Arus Bawah untuk Ahok-Djarot Menguat

Kepemimpinan Ahok-Djarot sendiri mendapat pujian dari Hasto yang sesungguhnya mampu memimpin ibu kota lebih dari sekedar janji-janji.

11 Februari 2017 06:30 WIB

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kiri) dan Ahmad Basarah (kanan) menyaksikan Calon Gubernur DKI Jakarta dari PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menunjukkan draft kontrak politik Ketua saat pengumuman Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung PDIP untuk Pilkada Serentak 2017 di DPP PDIP, Jakarta, Selasa (20/9/2016).
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kiri) dan Ahmad Basarah (kanan) menyaksikan Calon Gubernur DKI Jakarta dari PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menunjukkan draft kontrak politik Ketua saat pengumuman Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung PDIP untuk Pilkada Serentak 2017 di DPP PDIP, Jakarta, Selasa (20/9/2016). Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) langsung menggelar evaluasi pasca berakhirnya rangkaian debat kandidat gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengakui bahwa dukungan arus bawah kepada Ahok-Djarot kian kuat.

Hasto kemudian menyinggung tentang keinginan warga Jakarta akan perubahan yang sudah baik semasa kepemimpinan Ahok bisa dilanjutkan. Karena hal tersebut pula, Hasto meyakini Ahok-Djarot bisa lanjut dua periode.

"Berdasarkan suara-suara yang kami tangkap, mereka menginginkan perubahan yang sudah baik di Jakarta ini bisa dilanjutkan oleh Ahok-Djarot," demikian kata Hasto pasca debat yang dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2).


Alasan Relawan Jokowi Gelar Nusantara Bersatu di GBK: Asal Rakyat Senang

Kepemimpinan Ahok-Djarot sendiri mendapat pujian dari Hasto yang sesungguhnya mampu memimpin ibu kota lebih dari sekedar janji-janji. Menurutnya, sebagai pemimpin, Ahok selalu mengingatkan bahwa segala sesuatu itu harus berdasarkan data dan fitnah tidaklah diperlukan.

"Yang diperlukan adalah dengan data-data tersebut bagaimana kita merancang sebuah kebijakan sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan warga," kata Hasto tegas.

Hasto menyatakan, dukungan masyarakat dari hasil pemantauan partai maupun timses menunjukkan hasil yang memuaskan. Hasil tiga kali debat, menurutnya, menunjukkan tambahan dukungan bagi pasangan yang diusung PDIP, Golkar, NasDem, dan Hanura tersebut.

"Dari debat tadi kami meyakini bahwa gerakan arus bawah untuk mendukung Ahok-Djarot semakin kuat," kata dia.

Pada kesempatan itu, Hasto juga mengungkapkan harapannya agar Ahok-Djarot bisa memenangkan Pilgub DKI Jakarta satu putaran saja. Dia juga meyakinkan bahwa masa depan DKI Jakarta tidak boleh dipertaruhkan kepada pihak yang menurutnya belum memiliki pengalaman mengenai DKI Jakarta.

"Kami mohon doa restunya semoga bisa dimenangkan dalam satu putaran dan itulah tekad kami. Kita juga tidak boleh mempertaruhkan resiko masa depan DKI Jakarta untuk diberikan kepada mereka-mereka yang belum memiliki pengalaman terhadap DKI," sebut Hasto. 

Jokowi Disebut Masuk Fase 'Bebek Lumpuh', PDIP: Jangan-jangan Andi Arief yang Pikirannya Lumpuh

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah