logo


Teguh Juwarno Sebut Beredarnya Pesan Berantai Penerima Fee e-KTP Terkait Pilkada DKI

KPK harus bekerja secara profesional agar kasus tersebut terang benderang siapa-siapa saja yang terlibat.

10 Februari 2017 19:30 WIB

Ketua Komisi VI DPR, Teguh Juwarno.
Ketua Komisi VI DPR, Teguh Juwarno. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi PAN yang juga merupakan Ketua Komisi VI DPR RI, Teguh Juwarno mengatakan bahwa beredarnya nama-nama anggota DPR-RI termasuk dirinya dalam pesan berantai yang mengungkapkan pihak-pihak penerima dana milyaran rupiah dari fee e-KTP tidak terlepas dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

"Nama-nama yang ada dalam broadcast tersebut adalah daftar anggota Komisi II pada tahun 2009-2010. Saya menduga penyebaran data tersebut dikaitkan dengan pilkada DKI ini. karena ada kandidat cagub yang juga anggota Komisi II saat itu," ujarnya di Jakarta, Jumat (10/2).

Teguh mengungkapkan bahwa kasus e-KTP saat ini sedang ditangani oleh KPK, oleh karenanya KPK harus bekerja secara profesional agar kasus tersebut terang benderang siapa-siapa saja yang terlibat.


Tinggal 100 Orang Warga Kepulauan Seribu yang Belum Rekam e-KTP

"Kita mendorong KPK untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas tanpa pandang bulu. Semoga terungkap siapa saja yang terlibat dan yang tidak," tutupnya.

Dalam hal ini, Teguh membantah bahwa dirinya telah menerima uang kasus e-KTP, meski namanya ada di dalam pesan benatai tersebut, pasalnya dalam kasus e-KTP itu mencuat dirinya sudah tidak lagi menjadi Anggota Komisi II DPR RI.

"Insya Allah saya tidak menerima sepeserpun duit e-KTP. Apalagi saat anggaran e-KTP disetujui Komisi II pada November 2010, saya sudah tidak di Komisi II. Karena saya sejak 21 September 2010 saya sudah pindah ke Komisi I. Dan dokumen dan bukti-bukti terkait hal tersebut sudah saya sampaikan waktu diminta jadi saksi di KPK baru-baru ini," tutupnya.

Politisi PAN dan PDIP Ini Diperiksa KPK Soal Korupsi E-KTP

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan