logo


Daging Kerbau Impor Belum Menyentuh Konsumen Kelas Atas

Masih tingginya minat konsumen kelas atas dalam mengkonsumsi daaging sapi, karena pada dasarnya konsumen kelas atas lebih mementingkan rasa bukan pada soal harga.

10 Februari 2017 15:53 WIB

sputniknews.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia, Thomas Sembiring, mengatakan bahwa masuknya daging kerbau impor saat ini belum mampu menyentuh konsumen kelas atas di tanah air. Pasalnya, kendati harga jual daging kerbau jauh lebih rendah daripada harga daging sapi impor, tetapi minat masyarakat kelas atas masih belum berpaling dari daging sapi.

“Konsumen kelas atas masih tetap mengkonsumsi daging sapi, bila dibandingkan daging kerbau,”demikian kata Thomas Sembiring saat dihubungi Jitunews.com, Jumat(10/2).

Lebih lanjut, ia mengatakan masih tingginya minat konsumen kelas atas mengkonsumsi daging sapi, karena pada dasarnya konsumen kelas atas lebih mementingkan rasa bukan harga. “Meskipun harga daging kerbau impor jauh lebih murah tetapi mereka masih lebih memilih mengkonsumsi daging sapi,” demikian katanya.

Menurutnya belum tingginya minat konsumen kelas atas pada daging kerbau impor memberikan keuntungan tersendiri bagi para pelaku impor daging sapi yang segmen konsumennya kelas atas. “importir yang segmen konsumennya kelas atas masih belum merasakan pengaruh persaingan daging kerbau impor,”ujarnya.

Tetapi sebaliknya, para pelaku impor daging sapi yang bermain di kelas menengah ke bawah saat ini sangat merasakan turunnya permintaan karena ada persaingan harga dengan daging kerbau impor.

Festival Padi di Indramayu Pecahkan Rekor Muri

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Marselinus Gunas