logo


Kementan Apresiasi Peningkatan Produksi Sektor Pertanian Aceh

Dengan peningkatan pertanaman di bulan Desember dan Januari yang didukung segenap komponen Upsus Pajale Aceh produksi padi tahun 2017 akan mencapai 2,5 juta ton.

10 Februari 2017 15:26 WIB

Ilustrasi petani memanen padi.
Ilustrasi petani memanen padi. Jitunews/Latiko A.D

ACEH, JITUNEWS.COM - Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan, Mukti Sardjono, selaku Penanggung jawab Upsus Provinsi Aceh menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh atas capaian serapan anggaran Tahun 2016.

Ia menjelaskan bahwa dari total pagu anggaran Tahun 2016 sebesar Rp 261 miliar, dana yang dialokasikan untuk Provinsi Aceh mencapai 76,58 persen berada pada peringkat 6 secara nasional.

Untuk produksi padi di Provinsi Aceh sendiri pada saat ini mengalami peningkatan produksi sebesar 511.000 ton pada tahun 2015, sementara sepanjang tahun 2016 sedikit mengalami penurunan produksi.

Mukti mengatakan bahwa menurunnya produksi pada tahun 2016 disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya Musim Tanam bulan Mei-Agustus yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan sehingga banyak petani yang enggan ke sawah. Di samping itu, wilayah pantai timur Aceh juga mengalami kemunduran musim tanam.

Namun untuk tahun 2017, Mukti Sardjono berkeyakinan, dengan peningkatan pertanaman pada bulan Desember dan Januari yang didukung segenap komponen Upsus Pajale Aceh, produksi padi pada tahun 2017 akan mencapai 2,5 juta ton.

Sementara itu, untuk komoditas jagung, Provinsi Aceh mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2016. Sebelumnya, produksi jagung Aceh mencapai 205.000 ton pada tahun 2015 dan pada tahun 2016 meningkat hingga mencapai 316.000 ton. Selain itu, luas panen juga mengalami peningkatan dari 48.000 ha pada tahun 2015 menjadi 70.000 ha pada tahun 2016.

Mukti menambahkan bahwa pengembangan komoditas tanaman pangan pada tahun 2017 diarahkan kepada pengembangan tujuh komoditas unggulan, dengan fokus utama masih pada padi, jagung dan kedelai ditambah pengembangan tanaman kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar.

Adapun target yang diharapkan untuk Provinsi Aceh adalah swasembada dan surplus berkelanjutan beras dan jagung, meningkatnya produksi kedelai dalam negeri, meningkatnya produksi komoditas yang mendukung diversifikasi pangan dan bahan baku industri serta energi.

Untuk strategi peningkatan produksi pangan pada tahun 2017, Mukti menjelaskan bahwa hal ini dilakukan melalui intensifikasi (peningkatan produktivitas), ekstensifikasi (perluasan areal tanam), perlindungan tanaman serta peningkatan kualitas dan daya saing.

"Beberapa teknologi budidaya juga bisa diterapkan untuk memacu produktivitas padi di wilayah Aceh, di antaranya teknologi jajar legowo, SRI, Hazton dan Mina Padi serta teknologi jenuh air dan sistem "leb' untuk komoditas kedelai " tambah Mukti.

"Peningkatan Indeks Pertanaman juga masih mungkin dilakukan untuk peningkatan produktivitas di Provinsi Aceh di samping sistem panen yang langsung dilanjutkan dengan pengolahan tanah dan tanam seperti yang diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia" demikian kata Mukti dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jitunews.com, jumat(10/2).

Mukti juga melihat masih banyak potensi lahan yang masih bisa dikembangkan untuk perluasan areal tanam seperti lahan-lahan kering, rawa lebak dan lahan pasang surut. Optimalisasi brigade alat dan mesin pertanian juga diyakini akan meningkatkan produktivitas komoditas pertanian yang dikembangkan di Provinsi Aceh. Dia juga meminta perhatian khusus dari segenap stake holder pertanian di Provinsi Aceh untuk pengembangan lahan khusus jagung 1 juta ha yang terintegrasi dengan lahan perkebunan.

Mukti juga menjelaskan tentang Program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) dengan target pada tahun 2017 sebanyak 105.867 ekor  dan Sapi Bunting 60.344 ekor dengan target sapi melahirkan sebanyak 42.241 ekor. "Sampai dengan bulan Februari 2017 realisasinya masih sangat rendah dan ini harus terus ditingkatkan " kata Mukti

Mukti meminta perhatian yang serius dari segenap jajaran dinas pertanian kabupaten/kota di Provinsi Aceh terhadap penggunaan anggaran, mengingat Kementerian Pertanian akan menerapkan sistem 'reward and punishment'  dalam pelaksanaan penyerapan dan penggunaan anggaran.

Hore, Indonesia Bakal Ekspor Produk Daging Ayam Olahan ke Jepang!

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Marselinus Gunas