logo


Hendropriyono Minta Akbar Faizal Tarik Pernyataannya Soal Chappy Hakim

Hendropriyono mengatakan bahwa teman-teman Chappy Hakim baik yang sipil maupun militer sangat menyesalkan press release Akbar Faisal

10 Februari 2017 15:12 WIB

Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono.
Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono. Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala BIN Era Presiden SBY, AM Hendropriyono mengaku banyak purnawirawan TNI dan Anggota TNI yang terkejut saat mendengar pernyataan Akbar Faizal yang menyebut bahwa Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Chappy Hakim telah memukul Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Hanura, Mukhtar Tompo.

"Para purnawirawan TNI dan anggota-anggota TNI yang mengenal Chappy Hakim sangat terkejut. Akbar Faisal dengan menggebu-gebu menggunakan panggung soal Freeport, dengan menuduh Chappy Hakim telah memukul seorang anggota DPR," ujarnya di Jakarta, Jumat (10/2).

Hendropriyono menilai, pernyataan yang diutarakan oleh Akbar Faizal sangat tidak masuk akal, mengingat hal ketika Chappy Hakim menjabat sebagai KSAU dia terkenal sebagai seseorang yang rendah hati dan luwes bergaul dengan siapa saja. Bahkan Chappy Hakim juga dikenal sebagai sosok yang tidak asal main pukul.


Freeport Ancam Gugat Pemerintah

"Buat kami para prajurit, cerita tersebut tidak masuk akal. Karena terasa aneh, kami kemudian mengusutnya, dan ternyata tidak ada pemukulan, yang ada Chappy Hakim telah menunjuk anggota DPR yang bicaranya mungkin tidak sopan pada waktu RDP," tuturnya.

Oleh karena itu, Hendropriyono mengatakan bahwa teman-teman Chappy Hakim baik yang sipil maupun militer sangat menyesalkan press release Akbar Faizal yang terkesan sangat tergesa-gesa dan dipaksakan, terlebih Akbar Faisal juga tidak ada di tempat kejadian pada saat berlangsungnya RDP di Komisi VII DPR RI.

"Akbar Faisal yang saya kenal juga pribadi yang menarik, tapi jangan karena pergumulan soal Freeport terus merusak kesan pribadinya yang menarik itu. Dengan demikian sebagai sahabat ijinkan saya untuk minta Akbar Faizal agar meralat press release yang kontra produktifnya itu. Minta maaf dan berkenalanlah, biar tahu siapa dan bagaimana pribadi masing-masing. Dengan demikian Akbar Faizal akan sadar bahwa seorang Chappy Hakim tidak layak dijadikan korban untuk mendapatkan panggung politik," tutupnya.

Freeport Indonesia: "Kami Salah Satu Pembayar Pajak Terbesar di Indonesia"

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan