logo


Minimnya Realisasi Impor Daging Sapi karena Harga Daging Kerbau yang Murah

Murahnya harga jual daging kerbau membuat para konsumen tanah air untuk beralih membeli daging kerbau ketimbang daging sapi.

10 Februari 2017 14:45 WIB

Penjualan daging sapi di Pasar Agung, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.
Penjualan daging sapi di Pasar Agung, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia, Thomas Sembiring, mengatakan bahwa masih minimnya realisasi impor daging sapi saat ini terjadi karena pada saat yang sama pemerintah kembali mengizinkan impor daging kerbau.

“Masuknya daging kerbau memberikan pengaruh besar kepada harga daging karena harga daging kerbau jauh lebih murah dibandingkan dengan harga daging sapi,” demikian kata Thomas Sembiring saat dihubungi Jitunews.com, Jumat (10/2).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa rendahnya harga jual daging kerbau membuat para konsumen tanah air beralih ke daging kerbau ketimbang daging sapi.


Impor Daging Kerbau Tidak Selesaikan Masalah Daging

“Konsumen saat ini beralih ke daging kerbau. Karena harga daging sapi sedikit lebih tinggi, maka mereka membeli daging kerbau,” imbuhnya.

Menurutnya, hal ini sangat tampak pada konsumen kelas bawah, yang mudah sekali berubah dalam selera konsumsi. “Bukan hanya soal selera, kelas bawah juga selalu mencari harga daging yang jauh lebih murah dan itu yang selalu menjadi pilihan,” pungkasnya.

Penyebaran Daging Kerbau Impor Hanya di 141 Pasar di Jabodetabek

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan