logo


Pemerintah Harus Mengawal Realisasi Kebijakan Rasio Impor Sapi 1:5

Program tersebut sangat menguntungkan pemerintah dalam meningkatkan populasi sapi di tanah air

10 Februari 2017 12:58 WIB

Sapi yang berada di tempat penampungan sapi milik UPTD-RPH Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkot Depok.
Sapi yang berada di tempat penampungan sapi milik UPTD-RPH Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkot Depok. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hingga saat ini pemerintah terus mengupayakan langkah cepat dalam meningkatkan jumlah populasi sapi tanah air. Salah satu strategi yang saat ini sedang dicanangkan oleh pemerintah adalah strategi rasio impor sapi, yakni untuk setiap impor lima sapi bakalan, satu ekor haruslah sapi indukan (5:1), sementara bagi koperasi petani dengan rasio impor (10:1).

Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Latif Adam, mengakui program tersebut sangat menguntungkan pemerintah dalam meningkatkan populasi sapi di tanah air. Namun, menurutnya untuk bisa memaksimalkan program tersebut perlu ada upaya pengawalan yang ketat dari pemerintah.

“Untuk bisa merealisasikan ratio impor tersebut perlu ada pengawalan yang baik dari pemerintah,” kata Latif Adam saat dihubungi Jitunews.com, Jumat (10/2).


Kementan Tegaskan Rasio Impor Sapi Berasio Masih Berlanjut

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tidak mudah untuk merealisaikan program tersebut. Selain karena cukup sulitnya para importir mengumpulkan sapi indukan di daerah asal impor sapi, pengembangbiakan di tanah air juga menjadi kendala.

“Pelaku impor ini kan sebelumnya menyediakan peternakan hanya untuk sapi bakalan, sementara ketentuan program saat ini harus impor sapi indukan dan pengembangbiakan indukan,” imbuhnya.

Menurutnya, pengawasan dan pengawalan oleh pemerintah perlu dilakukan guna menyukseskan program impor sapi bakalan bersamaan dengan sapi indukan.

Seperti diketahui, pemerintah pada saat ini memberikan kewenangan penuh kepada para pelaku impor, terutama dalam proses impor. Pemerintah memberikan peluang bagi importir agar rasio 1:5 atau pun 1:10 bisa dijalankan bersamaan saat melakukan impor atau bisa dilakukan secara terpisah.

Djarot Janjikan Sapi dan Kambing Bagi Warga yang Bongkar Politik Uang

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan