logo


Produksi Migas Awal Tahun Lebihi Target

Apabila tidak ada kegiatan baru, penurunan produksi minyak tahun 2017 diproyeksikan sebesar 16,2 persen.

10 Februari 2017 09:33 WIB

Ilustrasi pengeboran minyak.
Ilustrasi pengeboran minyak. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Produksi minyak dan gas bumi (migas) hingga awal bulan Februari 2017 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat, per 7 Februari, rata-rata produksi minyak bumi sebesar 825,7 ribu barel per hari (BPH). Angka ini melebihi target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2017 sebesar 815.000 BPH. Untuk gas bumi, produksinya sebesar 7.821 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

“Dengan dukungan semua pihak, kami optimis target produksi migas tahun 2017 dapat terlampaui,” kata Kepala Humas SKK Migas, Taslim Z. Yunus di Jakarta, Kamis (9/2).

Dia menjelaskan, apabila tidak ada kegiatan baru, penurunan produksi minyak tahun 2017 diproyeksikan sebesar 16,2 persen. Untuk menjaga tingkat produksi, dilakukan kegiatan pengeboran, perawatan, dan kerja ulang sumur, serta optimasi fasilitas.

“Dengan upaya tersebut, penurunan produksi minyak dibandingkan tahun 2016 dapat ditekan hingga menjadi 2,8 persen,” kata Taslim.

Pada bulan Januari 2017, sebanyak empat sumur pengembangan telah dibor dari target sebanyak 223 sumur. Untuk kerja ulang, telah terealisasi sebanyak 45 sumur dari yang direncanakan sebanyak 907 sumur. Sedangkan perawatan sumur terealisasi 1.257 sumur dari rencana 57.512 sumur.
Untuk mencari cadangan baru SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) menjalankan program survei seismik dan pengeboran sumur. Periode bulan Januari 2017, terlaksana satu survei seismik dari rencana 40 kegiatan. Pengeboran eksplorasi terealisasi dua sumur dari rencana 134 sumur.

Selain itu, pada periode tanggal 1 Januari – 4 Februari 2017, terdapat 68 kejadian gangguan operasi produksi yang tidak direncanakan (unplanned shutdown) dengan potensi kehilangan produksi sebanyak 3.960 BPH. Untuk gas bumi, terdapat 21 kejadian gangguan produksi yang menyebabkan potensi kehilangan produksi sebesar 30 MMSCFD.

“SKK Migas dan Kontraktor KKS terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan realisasi kegiatan dan meminimalisir terjadinya unplanned shutdown,” kata Taslim.

Potensial Dorong Ekspor Non-Migas, Kemendag: Sektor Jasa Sumbang 40% PDB

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Vicky Anggriawan