logo


Presdir Freeport Minta Maaf Soal Insiden di Komisi VII DPR

Chappy menyesalkan polemik yang terjadi.

10 Februari 2017 01:16 WIB

Chappy Hakim beraksi bersama band-nya The PlaySets membawakan sejumlah lagu oldies di Jakarta, Rabu (7/12/2016).
Chappy Hakim beraksi bersama band-nya The PlaySets membawakan sejumlah lagu oldies di Jakarta, Rabu (7/12/2016). Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Setelah mendapat kecaman dari beberapa pihak, termasuk Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Akbar Faizal, terkait perlakuannya kepada Anggota Komisi VII DPR, Mukhtar Tompo, akhirnya Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim, buka suara.

Chappy menjelaskan, insiden itu terjadi seusai rapat kerja Komisi VII dengan sembilan perusahaan tambang lainnya, termasuk Freeport, yang berjalan kondusif dan konstruktif. Dirinya juga menyesalkan polemik yang terjadi.

"Hal yang terjadi selesai rapat Komisi VII hari ini adalah hal yang tidak diinginkan oleh pihak mana pun. Dengan tulus, saya memohon maaf kepada Komisi VII DPR atas polemik yang terjadi," kata Chappy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/2) malam. 


Chappy Hakim, Presdir Freeport Jadi Anak Band Semalam

Lebih jauh, Chappy menegaskan bahwa tidak ada aksi pemukulan saat kejadian itu berlangsung. "Tidak benar telah terjadi pemukulan sebagaimana pemberitaan di media. Hal ini sejalan dengan pernyataan Pak Mukhtar sendiri bahwa tidak terjadi pemukulan," tegas Chappy.

"Pada saat Pak Mukhtar menghampiri saya, saya mempertanyakan tanggapannya mengenai ketidakkonsistenan dan meminta Pak Mukhtar menunjukkan ketidakkonsistenan tersebut," terangnya.

"Di luar itu semua, saya menyesalkan pernyataan saya yang membuat ini menjadi polemik. Saya sangat menghargai Komisi VII DPR atas masukan dan pernyataan yang konstruktif yang diajukan oleh para anggota Dewan, termasuk dari Pak Mukhtar," tambahnya.

Selain itu, lanjut Chappy, dirinya dan manajemen PT Freeport Indonesia siap melanjutkan kerja sama dengan para anggota Dewan Komisi VII. "Saya memastikan akan tetap mematuhi hukum dan seluruh peraturan di Indonesia. Saya berharap dapat terus bekerja sama dan berkontribusi kepada seluruh pemangku kepentingan di Papua dan Indonesia," tutup Chappy.

Sebelumnya diberitakan, Anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Mukhtar Tompo, mengaku diperlakukan secara kasar oleh Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim. 

"Beliau menunjuk dengan kasar ke arah dada saya sambil membentak dengan suara keras," tukas Mukhtar, di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (9/2).

Mukhtar menuturkan, kejadian tersebut bermula saat dirinya ingin bersalaman dengan Chappy setelah rapat usai. Ketika ia menjulurkan tangan untuk bersalaman dengan Chappy, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara itu malah mengibaskan tangannnya. 

Setelah membentak dirinya, lanjut Mukhtar, Chappy pun segera keluar meninggalkan ruang rapat. Lalu, lima orang petinggi Freeport, menurutnya, langsung menghampiri dan meminta agar ia tidak memperpanjang insiden tersebut.

Paparkan Kontribusi Freeport untuk Papua, Chappy Hakim Juga Siap Mundur Jika...

Halaman: 
Penulis : Riana