logo


Pengamat : Ada Skenario Politik di Balik Curhat SBY

Kemunculan SBY jelang akhir masa kampanye disebut karena menurunnya elektabilitas Agus-Sylvi

9 Februari 2017 16:28 WIB

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers terkait isu terkini Tanah Air di Puri Cikeas, Jawa Barat, Rabu (2/11).
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers terkait isu terkini Tanah Air di Puri Cikeas, Jawa Barat, Rabu (2/11). Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat politik sekaligus peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, mengatakan bahwa SBY tak ingin kehilangan panggung politik. Dirinya memperkirakan munculnya SBY menjelang akhir masa kampanye karena elektabilitas Agus-Sylvi cenderung menurun.

SBY sadar, beberapa survei menyebut stagnansi dan penurunan. SBY berharap posisinya memunculkan simpati untuk memilih Agus," ujar Arya dilansir CNNIndonesia, beberapa waktu lalu.

Arya menjelaskan bahwa 'turun gunung'-nya SBY diperkirakan tak lepas dari pergerakan pasangan calon lain. Hal ini terlihat dari kampanye paslon nomor urut 2 yang didukung elite partai seperti Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dan paslon nomor 3 yang didukung Ketua Umum Partai, Gerindra Prabowo Subianto.


Soal Mobil Pembawa Logistik pada Demo Mahasiswa di Rumah SBY, Ini Pemiliknya

"Kalau turun gunung sejak awal tentu akan menimbulkan persepsi kurang baik bagi Agus. Disinyalir cagub boneka, cagub bapak. Kalau sejak awal, nanti disebut SBY terlalu dominan," jelasnya.

Terkait dengan curhatan SBY melalui media sosial Twitter serta konferensi pers, Arya menilai hal tersebut sebagai bentuk skenario lain SBY memenangkan Agus.

"Jadi yang dilakukan SBY bukan berada pada ruang kosong. Berbasis pada data. Saya enggak tahu data itu, tapi bukan semata-mata curhat, ada satu skenario," ucapnya.

Meski demikian, Arya berpendapat bahwa di balik aksi dan cuitan SBY yang menimbulkan pro dan kontra terdapat rencana yang dianggapnya strategis.

“Yang dilakukan SBY tak bisa dipandang sebelah mata. Beberapa kalangan mencemooh. Itu tidak bisa juga karena tipikal SBY berpikir terencana," tuturnya

Kembali Berkicau di Twitter, SBY Beri Pesan untuk Mahasiswa

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama