logo


Ini Lho Cara Jitu Memijah Kerabat Gurame

Ikan hias yang ternyata memiliki sifat layaknya gurame

28 November 2014 14:59 WIB

Bila diletakkan dalam aquarium lengkapi denagn aerasi bertekanan rendah. FOTO: ISTIMEWA
Bila diletakkan dalam aquarium lengkapi denagn aerasi bertekanan rendah. FOTO: ISTIMEWA

JAKARTA JITUNEWS.COM - Ikan hias air tawar ini memang masih kerabat dengan ikan gurame yang biasa kita temukan di ruma makan untuk dijadikan hidangan, namun bedanya ikan yang biasa dipanggil dengan nama labiosa ini memiliki tubuh yang cantik dengan warna dasar kehijauan dan terdapat garis-garis merah.

Labiosa tergolong merupakan ikan yang cinta damai dan merupakan ikan penyusun sarang busa untuk menempatkan telur-telur yang telah dibuahi. Membedakan antara indukan jantan ikan labiosa dengan indukan betina cukup mudah, indukan jantan mempunyai warna lebih cerah dan bentuk tubuh yang ramping. Sedangkan indukan betina memiliki tubuh yang gemuk terutama dibagian perutnya dan warna yang kusam. 

Tempat pemijahan
Tempat pemijahan ikan labiosa bisa menggunakan aquarium panjang 60 cm dengan lebar 30 cm dan tinggi aquarium 35 cm. Ketinggian air dalam aquarium 25 cm dan bisa menggunakan air ledeng yang sudah diendapkan minimal 24 jam. Sebaiknya tempat pemijahan dilengkapi dengan tanaman air semisal eceng gondok yang berakar rimbun yang bermanfaat sebagai tempat bercumbunya ikan. Akan lebih baik lagi bila aquarium pemijahan dilengkapi aerasi dengan tekanan rendah yang berguna sebagai penyuplai oksigen dalam air. 

Proses pemijahan
Sepasang indukan ikan labiosa yang sudah matang kelamin dimasukkan kedalam tempat pemijahan akan lebih baik saat pagi hari. Biasanya dalam waktu tidak berapa lama indukan jantan akan membuat sarang busa dipermukaan air, pejantan akan mengajak betina bercumbu dibawah sarang busa. Saat indukan betina mengeluarkan telur maka dengan segera pejantan akan membuahi dengan spermanya. Kemudian telur-telur itu akan diletakkan oleh indukan jantan kesarang busa.

Setelah proses pemijahan selesai segera angkat indukan betina untuk ditempatkan di wadah lain dan biarkan indukan jantan berada ditempat pemijahan untuk menjaga telur-telur tersebut. Dalam tempo 24 jam telur-telur ikan labiosa sudah menetas. 
Sampai berumur 3 hari benih ikan tidak perlu diberikan pakan, setelah menginjak hari ke 4 benih ikan labiosa sudah dapat diberikan pakan infusoria. Dan diumur 10 hari benih sudah bisa diberikan pakan kutu air yang disaring dan hal lain yang perlu diperhatikan adalah kebersihan air.

Pendederan
Kolam pembesaran bisa memakai kolam semen yang memiliki panjang 200 cm lebar 200 cm dan tinggi 40 cm. Ketinggian air dalam kolam pembesaran setinggi 30 cm dan bisa memakai air ledeng yang sudah diendapkan minimal 24 jam. Didalam kolam pendederan benih ikan labiosa diberi pakan kutu air hingga benih berusia 30 hari. Setelah usia itu benih bisa diberi pakan cacing sutera untuk memacu pertumbuhannya. Agar kesehatan ikan terjamin sebaiknya air dalam kolam dibuang sebanyak 30% setiap 2 kali dalam 1 minggu. Buanglah air pada bagian dasar kolam yang banyak terdapat sisa makanan dan kotoran dan masukkan air baru.

 


Era Industri 4.0, KKP Dorong Digitalisasi UMKM Kelautan dan Perikanan

Kampanye Gemarikan, Lombok Barat Ditarget Bebas Stunting 2024

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah, Ali Hamid