logo


Google, Apple dan Microsoft Ikut Protes Trump

Facebook dan Google melakukan aksi damai di kantor mereka, sebagai reaksi dari inpres larangan masuk imigrasi.

7 Februari 2017 20:39 WIB

Massa berkumpul saat menggelar aksi protes kebijakan Trump di Washington.
Massa berkumpul saat menggelar aksi protes kebijakan Trump di Washington. REUTERS

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Instruksi Trump yang melarang masuknya warga dari tujuh negara muslim kembali menuai reaksi. Lebih dari 100 perusahaan dalam bidang IT secara bersamaan mengajukan gugatan terkait kebijakan tersebut. Perusahaan besar seperti Apple Inc, Google Inc, dan Microsoft Group ikut melakukan gugatan ke Pengadilan San Francisco.

Seperti dilansir Reuters, perusahaan yang melakukan gugatan menilai, instruksi presiden yang melarang imigran dari tujuh negara muslim sangat merugikan bisnis Amerika, dan dapat mendorong banyak perusahaan untuk memindahkan basis operasinya dari Amerika.

Senin lalu, perusahaan milik Elon Musk dan SpaceX, Tesla Inc menjadi perusahaan ke-127 yang ikut menandatangani gugatan tersebut. Musk sendiri merupakan anggota dewan penasihat ekonomi Trump yang terus dipertahankan. Setelah sebelumnya Kepala Eksekutif Uber Technologies Inc, Travis Kalanick keluar dari dewan tersebut karena inpres anti imigran.


Donald Trump Menyesal Tidak Menaikan Tarif Impor Tiongkok Lebih Tinggi

"Imigran berkeahlian tinggi akan lebih tertarik bekerja di luar negeri, di tempat-tempat di mana mereka dan kolega-koleganya bisa bebas berpergian dan dengan jaminan bahwa status imigrasi mereka tidak tiba-tiba dicabut," isi berkas gugatan kepada Trump.

"Perusahaan-perusahaan multinasional akan memiliki insentif besar jika memiliki basis operasi di luar Amerika Serikat atau memindahkan atau mempekerjakan karyawan dan berinvestasi di luar negeri. Pada akhirnya para pekerja dan ekonomi Amerika-lah yang bakal menderita"

Gugatan yang diprakarsai oleh Facebook Inc, Twitter Inc, Intel Corp, eBay Inc, Netflix Inc dan Uber Technologies Inc, serta dua perusahaan non IT, yakni Levi Strauss & Co dan Chobani Llc, beralasan jika inpres ini telah membuat bisnis mereka tidak menentu. Sebab, perusahaan IT bergantung kepada bakat dari luar Amerika dan perjalanan bisnis global guna mencari inovasi dan menciptakan lapangan kerja lebih luas lagi di Amerika Serikat.

Sebelumnya, Facebook dan Google melakukan aksi damai di kantor mereka, sebagai reaksi dari inpres larangan masuk imigrasi. Namun, hanya sedikit perusahaan non IT yang ikut menandatangani gugatan tersebut.

Anak Raditya Dika Jadi Tamu Resmi di Google Singapura, Netizen Malah Salfok ke Orang Ini

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah