logo


Tingkatkan Sektor Wisata, Menpar Revisi Setiap Regulasi yang Menghambat

Dengan adanya perbaikan pada regulasi ini, yang terjadi adalah adanya kenaikan jumlah wisatawan hingga 100 persen.

7 Februari 2017 14:57 WIB

Menteri Pariwisata Arief Yahya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan bahwa rumitnya regulasi yang ada menjadi salah satu faktor penghambat dalam meningkatkan sektor wisata di tanah air.

"Masih menurunnya jumlah wisatawan yang masuk ke tanah air pada saat ini salah satu faktornya adalah karena dampak dari regulasi. Kalau wisatawan asing yang masuk ke tanah air membutuhkan waktu 21 hari baru bisa masuk, sementara kompetitor kita Thailand hanya membutuhkan waktu satu hari. Jadi perbandingannya sangat jauh satu hari di Thailand sementara  di Indonesia 21 hari," demikian kata Arief Yahya di Jakarta, Selasa (7/2).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa penyebab utama dari buruknya sumbangan devisa dari sektor wisata kita pada saat ini adalah pada soal regulasi. Menurutnya adanya kesulitan pada soal regulasi ini karena konsep yang diusung adalah lebih pada soal security dan bukan pada soal servis.


Mobilitas Masyarakat Meningkat Selama Libur, Jokowi: Kita Menginjak Gas dan Remnya Harus Pas

"Padahal kalau kita mau bicara soal pariwisata yang lebih dikedepankan adalah pada soal servis. Pelayanan harus dikedepankan. Semua yang datang adalah wisatawan kecuali kalau itu adalah penjahat, sementara yang kita praktekan sebelumnya adalah semua orang dilihat sebagai penjahat kecuali wisatawan," demikian katanya.

Menurut Arief Yahya, cara pandang seperti itu harus diubah, dan dampak lebih lanjutnya adalah pada soal perubahan pada regulasi. Dengan adanya perbaikan pada regulasi ini, yang terjadi adalah adanya kenaikan jumlah wisatawan hingga 100 persen.

"Poinnya adalah hasil yang luar biasa bermulai dari cara yang tidak biasa. Maka langkah perubahan  regulasi ini sudah mulai kita lakukan untuk melakukan pembaharuan dan perubahan di sektor wisata," tukasnya.

Viral Haram Wisata ke Borobudur, Sandiaga: Kita Mengacu pada Kemenag dan MUI

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah