logo


Kementan Optimis Mampu Wujudkan Lumbung Pangan di Daerah Perbatasan

Kementan melalui program Upaya Khusus (UPSUS) telah melakuan cetak sawah baru di hampir semua wilayah perbatasan

7 Februari 2017 13:37 WIB

Mentreri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman
Mentreri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman Puspen TNI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) optimis akan mampu mewujudkan pembangunan lumbung pangan di wilayah perbatasan. Mentan Amran menegaskan, untuk mengimplementasikan pembangunan lumbung pangan di wilayah perbatasan, Kementan melalui program Upaya Khusus (UPSUS) telah melakukan cetak sawah baru di hampir semua wilayah perbatasan, memberikan bantuan benih, pupuk, alat mesin pertanian dan pendampingan di tiap lokasi

“Saat ini Kementan telah melakukan cetak sawah 5.000 ha di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau sehingga kini mampu mencukupi kebutuhan pangannya sendiri,” demikian kata Mentan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jitunews.com, Selasa (7/2).

Kementan juga menargetkan cetak sawah baru di Entikong, Kalimantan Barat sebanyak 50.000 ha. Bahkan, pada tahun 2017 ini Kalimantan Barat akan mengekspor beras premiun ke Malaysia yang akan dilakukan secara bertahap, targetnya sebanyak 15.000 ton per tahun.

Persiapan ekspor tersebut saat ini sudah mulai dilakukan di wilayah Kabupaten Sambas dengan areal yang ditanami seluas 5.000 hektar. Sejumlah wilayah yang berbatasan langsung maupun daerah penyangga juga sedang mempersiapkan lahan.

“Jadi, daerah perbatasan ini bukan hanya daerah yang berbatasan langsung, tapi juga daerah penyangga yang bisa dioptimalkan, selain untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri,” jelas Hazairin, Kepala Dinas Pertanian, Kalimantan Barat.

Di NTT, melalui program UPSUS, sejak tahun 2014 hingga 2016 telah mampu memajukan sektor pertanian NTT sehingga mampu memenuhi kebutuhan beras dengan produksi sendiri. NTT pun kini menjadi salah satu provinsi sentra produksi jagung nasional.

Laporan perkembangan luas tanam, dalam 2 tahun terakhir, luas tambah tanam di NTT naik dari 247.649 hektar menjadi 282.127 hektar dan produksinya naik dari 739.667 ton menjadi 948.088 ton per tahun. "Dengan kemajuan ini, tentu pasti bisa kita supplai kebutuhan pangan negara tetangga, Timor Leste,” sebut Amran.

Menurut Amran, membangun lumbung pangan di wilayah pertanian sangat penting untuk melakukan koordinasi antar sektor dan pemangku kepentingan. "Kita harus optimis dengan menggerakkan sumber daya dan teknologi yang ada, dan tidak perlu pesimis" tegas Amran.
Area

Seperti diketahui, ada lima wilayah perbatasan yang menjadi target pemerintah yaitu Kepulauan Riau, Entikong Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Merauke. “Targetnya, Kepulauan Riau untuk suplai ekspor ke Singapura, Entikong, Kalimantan Barat untuk mengekspor ke Malaysia, Nusa Tenggara Timur untuk suplai ke Timor Timur, dan Merauke untuk mengeskpor ke Fiji,” pungkas Mentan.

Kementan Pastikan Harga Pangan Pokok di TTI Lebih Murah Dibanding Harga Pasar

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan