logo


Pangan Dan Energi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Pola pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat beralih dari yang digerakkan oleh sumber daya serta bergantung pada modal dan tenaga kerja, menjadi pola pertumbuhan yang berbasis produktivitas tinggi serta inovasi.

6 Februari 2017 16:51 WIB

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jarman.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jarman. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM -Ketahanan pangan dan energi merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berbasis produktivitas dan inovasi. Jika ketahanan pangan dan energi membaik, maka pola pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat beralih dari yang digerakkan oleh sumber daya serta bergantung pada modal dan tenaga kerja, menjadi pola pertumbuhan yang berbasis produktivitas tinggi serta inovasi.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jarman, dalam acara HUT ke 65 Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), hari ini, Jumat (3/2/2017).

“Pertumbuhan ekonomi dan energi merupakan mata rantai yang saling mempengaruhi. Pertumbuhan ekonomi membutuhkan tambahan energi, di sisi lain ketersediaan energi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkap Jarman.

Untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, pemerintah telah menetapkan Peta Jalan Pengembangan Energi melalui Kebijakan Energi Nasional (PP No. 79/2014). Arah pengembangannya menuju kepada terciptanya keseimbangan bauran energi, dengan memberikan target capaian bauran energi tahun 2025 yaitu, minyak bumi 25%, gas bumi 22%, batubara 30%, dan EBT 23%.

Di sisi penggunaan, pemerintah terus mendorong terciptanya tingkat penggunaan energi yang memadai dengan pola pemanfaatan yang efisien dengan berprinsip pada konservasi energi serta disalurkan dengan tata kelola penyediaan dan pendistribusian yang merata di seluruh wilayah nusantara secara efektif. Penggunaan energi yang efisien merupakan cara paling mudah untuk mewujudkan ketahanan energi.

Dirut Pertamina Dicopot, Pengamat: Tidak Fair

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas
 
×
×