logo


DPR Menyambut Baik Rencana Pemerintah Melakukan Ekspor Beras Premium

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendukung rencana pemerintah menyiapkan untuk ekspor beras kualitas premium ke luar negeri termasuk Malaysia.

6 Februari 2017 12:58 WIB

Wakil ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan.
Wakil ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mendukung rencana pemerintah menyiapkan ekspor beras kualitas premium ke luar negeri termasuk Malaysia.

“Sangat mungkin bagi kita untuk ekspor beras apabila peningkatan produksi bisa dipertahankan atau lebih digenjot melalui berbagai teknologi. Tahun 2016 saja produksi mencapai 79 juta ton,” kata Daniel Johan saat dihubungi, Senin (6/2).

Daniel Johan kemudian mengungkapkan bahwa teknologi hazton sangat membantu meningkatkan produksi pangan. Produksi padi petani, dengan memanfaatkan teknologi tersebut, akan mengalami peningkatan tiga atau empat ton per hektar yang menghasilkan 10,7 ton per hektar.


APPSINDO: Pemerintah Perlu Menjaga Kontinuitas Pasokan Beras

“Di Kabupaten Sambas contohnya, di areal seluas 10.000 hektare yang menggunakan teknologi hazton, ada 30.000 atau 40.000 ton tambahan, ini baru satu kali musim tanam,” jelas dia.

Daniel Johan mangaku, Komisi IV telah mendorong pemerintah agar teknologi tanam hazton terus diterapkan, terutama di Provinsi Kalbar. Tahun 2016, Kalbar mendapat alokasi sekitar 44.600 hektare untuk menggunakan teknologi hazton. Dan pada tahun ini didorong agar naik menjadi 60.000 hektare.

“Kalau terjadi peningkatan produktivitas per hektare, akan berlebih untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Maka sangat memungkinkan untuk ekspor beras,” kata anggota DPR Dapil Kalbar dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

Ia mengakui, tidak mudah untuk meyakinkan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian mengenai keunggulan teknologi hazton.

Ia berharap, kalau produksi petani di Kalbar yang menggunakan teknologi hazton meningkat secara konsisten dalam dua atau tiga tahun mendatang, bukan tidak mungkin akan menjadi program nasional.

2016, Kementan Tegaskan Tidak Ada Impor Beras

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan