logo


Sosok di Balik Suksesnya Kampung Anti Rokok Solo

Kesuksesannya menjalankan program menjadikan Mojosongo sebagai kawasan anti rokok tidak terlepas dari peran aktif dan partisipasi warga yang menaati kesepakatan peraturan yang telah diputuskan.

2 Februari 2017 20:47 WIB

Kepala Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Agus Triono.
Kepala Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Agus Triono. Jitunews/Rofiq Hudawiy

SOLO, JITUNEWS.COM - Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah terbilang sukses memprakarsai kampanye anti rokok di Indonesia. Di Solo, ada Kawasan Anti Rokok yang letaknya di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Kawasan itu telah dijadikan Kawasan Anti Rokok sejak April 2016.

Kesuksesan kampanye anti rokok di Solo tidak lepas dari peran beberapa tokoh masyarakat, khususnya yang berada di Mojosongo. Salah satunya adalah Agus Triono. Agus adalah seorang Kepala Kelurahan Mojosongo.

Selama menjadi Lurah, Agus terbilang aktif mencanangkan berbagai program untuk menyukseskan misi menjadikan Mojosongo sebagai Kampung Percontohan Kawasan Anti Rokok yang ditetapkan Walikota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, April 2016 silam.


Hotel Grand HAP Solo Sajikan Nasi Buntel Ayam

Berbagai upaya yang dilakukan Agus di Mojosongo, antara lain sosialisasi program dan membuat peraturan desa (Perdes) tentang rokok. Dia juga membuat saung-saung khusus bagi para perokok.

"Di kawasan kami ini, kalau merokok pokoknya hanya di Saung saja. Selain tempat itu, harus steril dari rokok. Sebenarnya fokus saya tidak hanya pada rokok saja melainkan secara umum adalah bagaimana meningkatkan kualitas lingkungan hidup di masyarakat yang nantinya akan berdampak pada meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat. Tentunya jika masyarakat sehat maka kehidupan mereka akan sejahtera," tutur Agus saat ditemui Jitunews.com di kantornya, Kamis (1/2/2017).

Agus mengakui, kesuksesannya menjalankan program menjadikan Mojosongo sebagai kawasan anti rokok tidak terlepas dari peran aktif dan partisipasi warga yang menaati kesepakatan peraturan yang telah diputuskan.

"Setelah sukses dengan kampung anti rokok ini saya juga membangun lingkungan kami menjadi lebih bersih misalnya dengan memanfaatkan lahan lahan kosong untuk diisi dengan tanaman tanaman. Lalu membuat gerakan aksi cuci tangan sebelum masuk rumah. Jadi warga di sini, di depan rumahnya ada semacam tempat untuk cuci tangan dan cuci kaki agar ketika masuk rumah mereka bersih," ucap Agus.

Kini, selain terkenal sebagai Kampung Anti Rokok, Mojosongo juga dikenal sebagai kampung organik atau "kampung sayur". Pasalnya, pemanfaatan lahan kosong di sekitar rumah warga untuk menanam sayur-mayur organik kian giat dilakukan di sana. Jenis-jenisnya pun bervariasi, seperti Seledri, Cabai, Terong dan sebagainya.

Aji Santoso dan Indra Sjafri Ramaikan Danrem Cup U-15 Surakarta 2017

Halaman: 
Penulis : Rofiq Hudawiy, Marselinus Gunas