logo


Proses Evakuasi Pesawat Garuda Menggunakan Pelat Metal dan Pasir

Proses Evakuasi Pesawat Garuda Menggunakan Pelat Metal dan Pasir

2 Februari 2017 14:14 WIB

Upaya evakuasi pesawat GA-258 oleh petugas gabungan di bandara Adisutjipto dari luar landasan kembali menuju areal parkir Bandara.
Upaya evakuasi pesawat GA-258 oleh petugas gabungan di bandara Adisutjipto dari luar landasan kembali menuju areal parkir Bandara. Twitter @djpu151

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Proses evakuasi badan pesawat Garuda GA-258 di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta yang tergelincir  pada Rabu (1/2/2017) batal menggunakan balon udara seperti rencana awal. Pembatalan upaya evakuasi menggunakan balon udara dikarenakan proses evakuasi menggunakan pelat metal dan pasir. 

"Balon udara tidak jadi, (karena) dengan pelat metal lalu pasir sudah cukup," ujar Danlanud Adisutjipto Marsma Novyan Samyoga di Bandara Adisutjipto, Sleman, Kamis (2/2/2017).

"Posisi pesawat di luar dari landasan pacu, tapi jaraknya dekat 12,5 meter. Batas toleransinya 50 meter," kata Novyan lebih lanjut.


Mendaratnya Pesawat GA8208 di Lombok Tandai Usainya Seluruh Gelombang Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini

Proses evakuasi tersebut ditargetkan rampung pada pukul 15.00 WIB. Lanud Adisutjipto menurunkan 150 personel TNI AU untuk membantu proses evakuasi.

Selain mengalihkan penerbangan komersil dari bandara Adisutjipto Yogyakarta ke bandara Adi Sumarmo Solo, seluruh penerbangan militer juga dihentikan agar fokus terhadap evakuasi pesawat yang tergelincir pada Rabu (1/2) malam itu.

PT Angkasa Pura (AP) I telah menyediakan bus bagi penumpang yang akan terbang melalui Solo. Sejak Rabu, (1/2/2017), sudah 16 bus yang diberangkatkan dari Yogyakarta ke Solo untuk mengantar penumpang.

Sebelumnya GM PT Angkasa Pura I Agus Pandu Purnama menjelaskan Bandara Adisutjipto rencananya baru akan dibuka kembali pada pukul 15.00 WIB. Hingga saat itu ada 30 penerbangan yang terdampak.

Kocak! Netizen Sarankan Pesawat Dipasangi Klakson Telolet, Begini Reaksi Garuda Indonesia

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama,Ellectrananda Anugerah Ash-shidiqq