logo


Raup Omzet Puluhan Juta dari Budidaya Ikan Mas Koki

Soal budidaya ikan mas kokinya sendiri, Reza mengatakan bahwa intinya terbilang cukup mudah.

1 Februari 2017 18:00 WIB

Reza Stefanus, pembudidaya ikan mas koki
Reza Stefanus, pembudidaya ikan mas koki Dok. Jitunews

DEPOK, JITUNEWS.COM – Melakoni usaha di dunia agribisnis perikanan sudah dilakukan Reza Stefanus sejak 2003 silam, itu pun tanpa sengaja. Awalnya Reza adalah seorang kolektor ikan louhan. Seiring waktu ada temannya yang ingin barter koleksi ikan mas kokinya dengan louhan yang dimiliki Reza. Dari situlah cikal bakal bisnis mas kokinya dimulai.

Dan, di bawah payung usaha Reza Goldfish, Reza dan sang istri, Muthia, pun sedikit demi sedikit mulai mengepakan sayap di kancah bisnis ikan hias mas koki.

“Ikan louhan saya dibarter dengan sepasang mas koki. Eh, ternyata setelah iseng-iseng pelihara, ikan mas kokinya beranak, dan laku dibeli orang. Dari situ mulai deh, memantapkan diri untuk bisnis ikan ini,” ungkap Reza kepada Jitunews.com.


Yang Harus Dihindari Saat Memberi Makan Mas Koki

Guna melancarkan usahanya, Reza mengaku ia menggelontorkan modal awal yang terbilang cukup besar. Investasi terbesarnya adalah membangun kolam. Biaya indukan diakuinya tak begitu mahal. Soal biaya produksi selama sebulan, Reza pun mengaku menghabiskan dana sekitar Rp 5 juta, untuk biaya pembelian pakan, listrik, dll.

Farm Reza Goldfish milik Reza terdiri dari 16 kolam semen, 2 diantaranya adalah kolam untuk indukan dan pembesaran. Reza sendiri mengaku lebih sreg menggunakan kolam semen dibanding kolam tanah atau terpal. Menurutnya, kolam semen lebih dapat meminimalisir hama dan predator. Berbeda dengan kolam tanah.

“Saya pernah coba kolam terpal, tapi entah kenapa daya tahan ikan malah rendah,” aku Reza.

Reza membudidayakan semua jenis ikan mas koki antara lain Ranchu, Demekin, Mutiara Demekin, Mutiara Jambul, Oranda, Oranda Black, Ryukin, dll. Dari sekian banyak jenis ikan mas koki yang dimilikinya, Oranda dan Ryukin merupakan jenis yang paling banyak diburu oleh komunitas penghobi ikan mas koki.

“Permintaan paling banyak sih Oranda dan Ryukin. Oranda itu banyak yang minta dari Malaysia,” ujar Reza.

Soal budidaya ikan mas kokinya sendiri, Reza mengatakan bahwa intinya terbilang cukup mudah. Poin pentingnya adalah menjaga kualitas air pembudidayaan. Ia sendiri menganut sistem kolam filter biologis, dan menggunakan lampu UV di kolam pembesarannya. Hal tersebut bertujuan agar kolamnya tak perlu sering dikuras.

“Kalau mengawinkan itu gampang, yang susah sih ngebesarinnya. Makanya gak setiap orang bisa ngawinin ikan, tapi ngebesarinnya susah. Ikan mas koki ini saya kawinkan secara alami. Untuk pakannya saya rutin memberikannya sehari 3 kali. Pakannya sendiri berupa pelet, cacing sutera, dan ramuan ‘khas’ bikinan saya sendiri,” beber Reza.

Selain menjaga kualitas air dan pakan, Reza mengaku, kunci sukses ia dalam membudidayakan ikan mas koki sendiri adalah telaten, fokus dan sabar.

“Kalau kita gak ngerti, susah. Poin pentingnya harus telaten, fokus, dan sabar. Kalau gak ada itu bubar semuanya. Satu lagi, harus ikhlas, biar capeknya hilang,” tutur Reza seraya tertawa.

Sejak menjalankan usahanya, Reza memasarkan ikan-ikan mas kokinya dengan lancar dan sukses. Berbekal pengalaman sebagai pedagang ikan hias keliling ke kios-kios hias di Jabodetabek dan telah berteman dengan relasi penangkar dan peternak ikan hias dari 2003-2006, Reza dengan sangat mudah memasarkan hasil ternaknya, bahkan konsumen datang ke tempat usahanya.

Ikan mas koki hasil budidaya Reza juga sudah masuk ke seluruh kios ikan hias, pengepul/supplier, penghobi, dan eksportir ikan hias yang ada di sekitar Jabodetabek. Ia juga mempromosikan usaha melalui Facebook (FB) dengan nama Reza Goldfish Farm.

“Mereka biasanya mencari kita di FB dan dari mulut ke mulut sesama kawan-kawan. Saya ini tidak memiliki toko. Mereka datang saja ke kolam ini,” ucap Reza.

Dengan cara itu, Reza mampu memperoleh omzet rutin cukup besar rata-rata Rp 30 juta hingga Rp 50 juta per bulan. Omzet juga tergantung bagaimana tingkat produktivitas indukan ikan mas koki yang dihasilkan.

Nah, apakah Anda tertarik membudidayakan mas koki juga?

Perlakuan Pasca Pemijahan Alami Pada Ikan Mas Koki

Halaman: 
Penulis : Riana