logo


Belum Mungkin Dioperasi, Tim Dokter Fokuskan Rehabilitasi Sulami

Kurang lebih sudah hampir seminggu Sulami yang menderita penyakit kaku pada seluruh tubuh ditangani tim dokter R.S Moeardi Solo

1 Februari 2017 14:43 WIB

Tm dokter dalam press conference di ruang Sido Mukti R.S Moewardi Solo pada Rabu (01/02)
Tm dokter dalam press conference di ruang Sido Mukti R.S Moewardi Solo pada Rabu (01/02) Jitunews/Rofiq Hudawiy

SOLO, JITUNEWS.COM - Kurang lebih sudah hampir seminggu Sulami yang menderita penyakit kaku pada seluruh tubuh ditangani tim dokter R.S Moeardi Solo yang diketuai oleh Arief Nurudin, seorang dokter spesialis penyakit dalam. Dalam diagnosa awal, tim dokter menjelaskan bahwa Sulami mengidap penyakit Ankylosis Spodylitis Sistemik Sklerosis yaitu penyakit yang menyebabkan kekakuan menyeluruh pada tulang dan persendiannya.

Tim dokter dalam press conference di ruang Sido Mukti R.S Moewardi Solo pada Rabu (01/02), menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mengembalikan fungsi organ vital seperti dalam pernapasan dengan beberapa program rehabilitasi yang telah dirancang sedemikian rupa.

"Saat kita bernapas perlu pengembangan dada yang cukup kuat, sedangkan pada pasien ini rongga dadanya juga ada sendinya sehingga menyebabkan keterbatasan gerakan maka kembali lagi dalam salah satu fungsi vital yaitu bernapas maka akan kami perbaiki dengan beberapa program program yang telah kami rencanakan," ucap Rieva Ermawan seoang dokter Spesialis Ortopedi yang tergabung dalam tim dokter Sulami.


Wali Kota Solo Resmi Buka Danrem CUP 2017

Selain permasalahan pada tulang dan persendian, Rieva menjelaskan bahwa kulit pada pasien ini juga sudah mengalami beberapa masalah. salah satunya adalah infeksi yang sebetulnya masih tergolong infeksi ringan.

"Karena beberapa pertimbangan, untuk sekarang ini belum memungkinkan untuk dilakukan operasi maka dari itu kami akan mengupayakan baik dari segi obat obatan, kualitas gizi makanan dan kondisi psikisnya agar semakin membaik. sejauh ini kondisi pasien sudah mengalami perkembangan yang signifikan dari awal dibawa ke sini. setelah rehabilitasi berjalan dengan baik dan kondisi pasien semakin baik di situlah kami sebagai dokter ortopedi akan mempertimbangkan perlu dilakukan tindakan operasi atau tidak," ucapnya kepada para wartawan yang hadir di press conference.

Sulami sendiri menderita penyakit langka ini sudah kurang lebih dua puluh tahun. sehari-hari ia dibantu dengan sebuah tongkat karena memang tubuh wanita asal Sragen ini tidak bisa ditekuk sejak leher hingga kaki.

Pemilihan Nyonyo dan Nonik Ramaikan Imlek di Hartono Mall Solo

Halaman: 
Penulis : Rofiq Hudawiy, Vicky Anggriawan