logo


Meski Difitnah dan Dicaci, Said Aqil: NU Tetap Berdiri Membela NKRI

NU merasa wajib mempertahankan kesatuan Indonesia

1 Februari 2017 07:30 WIB

Ketua PBNU, Said Aqil Siradj.
Ketua PBNU, Said Aqil Siradj. Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Dalam peringatan Hari Lahir Ke-91 Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj, menegaskan bahwa NU tidak pernah sekalipun melakukan makar terhadap Pancasila maupun NKRI.

"Meski difitnah dan dicaci, Nahdlatul Ulama (NU) tetap berdiri membela NKRI. Para kiai NU selalu menganjurkan untuk damai, jangan suka bertengkar," tegas Said, Selasa malam (31/1).

Lebih lanjut, Said mengatakan, NU akan tetap konsisten menjadi penengah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara meskipun hal itu bukan merupakan tugas yang mudah.


Stigma Ahok Tidak Menghargai Ulama Terhapus

Komitmen itu menjadi bagian dari sikap yang diwariskan para pendiri NU yang ingin terus menjaga keutuhan Indonesia. Karena itu, menurut Said, NU merasa wajib mempertahankan kesatuan Indonesia karena NU terlibat aktif membidani kemerdekaan Indonesia melalui BPUPKI dan PPKI pada 1945.

Kemudian, NU juga menyerukan resolusi jihad 22 Oktober 1945 yang mewajibkan mengangkat senjata mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sementara itu, menyikapi situasi di dalam negeri saat ini, Said mengungkapkan bahwa NU menolak radikalisme agama dan sentimen SARA yang kian mengancam keutuhan NKRI.

"Kiai-kiai NU selalu menganjurkan untuk damai. Dan itulah yang dilakukan para kiai kampung, para kiai NU selama ini," tandas Said.

NU Denpasar Nyatakan Tolak Keberadaan FPI di Bali, Apa Sebabnya?

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro