logo


Konsorsium Pertamina, Marubeni, dan Sojitz Tandatangani PPA Jawa 1 dengan PLN

Pertamina bersama dengan Marubeni Corporation dan Sojitz Corporation telah berhasil memenangkan dan menandatangani PPA proyek IPP PLTGU Jawa -1 dengan nilai sekitar US$1,8 miliar.

31 Januari 2017 11:48 WIB

Dirut Pertamina Dwi Soetjipto.
Dirut Pertamina Dwi Soetjipto. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Konsorsium PT Pertamina (Persero) Marubeni Corporation dan Sojitz Corporation bersinergi dengan PT PLN (Persero) untuk keberhasilan program 35.000 MW melalui pembangunan PLTGU terintegrasi FSRU pertama di Asia, Independen Power Producer Jawa-1 berkapasitas 1760 MW dengan investasi senilai US$1,8 miliar.

Proyek yang menjembatani sinergi dua BUMN terbesar di Indonesia yaitu Pertamina dan PLN ditandai dengan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) untuk IPP PLTGU Jawa-1 di Jakarta hari ini, Selasa, tanggal 31 Januari 2017. Penandatanganan dilakukan antara konsorsium IPP yang diwakili oleh Ketua Konsorsium sekaligus Direktur Utama PT Jawa Satu Power, Ginanjar, dan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, dan disaksikan oleh Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto.

"Kami memberikan apresiasi tertinggi kepada PLN atas pelaksanaan tender IPP PLTGU Jawa-1 yang terbuka, transparan dan kompetitif, serta atas kepercayaan kepada Konsorsium Pertamina-Marubeni-Sojitz yang telah ditunjuk sebagai pemenang Proyek IPP PLTGU Jawa-1. Proyek ini menjadi bukti nyata sinergi dua BUMN besar Indonesia, Pertamina sebagai Energi Company dan PLN sebagai perusahaan listrik nasional," kata Dwi Soetjipto dalam sambutannya.


Jamin Ketersediaan Solar Subsidi, Pertamina Patra Niaga: Kami Monitor Real Time

Pertamina bersama Marubeni Corporation dan Sojitz Corporation telah berhasil memenangkan dan menandatangani PPA proyek IPP PLTGU Jawa -1 dengan nilai sekitar US$1,8 miliar. Proyek IPP PLTGU Jawa-1 merupakan kolaborasi internasional yang melibatkan 18 mitra internasional maupun domestik (Indonesia, Jepang, Korea, Amerika, dan Eropa).

PLTGU Jawa-1 merupakan pembangkit listrik berbasis gas pertama di Asia yang mengintegrasikan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) dengan PLTGU (Combined Cycle Gas Turbine/CCGT). PLTGU ini akan dibangun di Cilamaya, Jawa Barat. Dengan kapasitas 1760 MW, PLTGU Jawa 1 menjadi pembangkit listrik berbahan bakar gas terbesar di Asia Tenggara.

"Momentum ini menjadi salah satu pijakan penting bagi Pertamina dalam memulai bisnis IPP sekaligus menegaskan posisi dan perannya untuk mencapai visi sebagai World Class Energy Company. Kami juga sangat mengapresiasi kerja sama yang erat dan sangat baik dari seluruh mitra konsorsium, termasuk konsorsium lenders, untuk memperoleh kepercayaan hingga pada tahapan ini. Selanjutnya, kerja sama yang tidak kalah erat diperlukan untuk dapat mewujudkan proyek ini tepat waktu dan tepat biaya," ungkap Dwi.

Sebagai bagian dari program 35.000 MW, IPP PLTGU Jawa-1 sangat penting bagi upaya pemerintah dan PLN melakukan percepatan untuk melistriki lebih banyak keluarga dan konsumen listrik di Tanah Air.

Pertamina Lakukan Monitoring Anemon Transplantasi Terumbu Karang di Carita

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Syukron Fadillah