logo


Mentan Mengklaim Kebijakan 1:5 Impor Sapi Jadi Solusi Meningkatkan Populasi Sapi Lokal

Dengan program tersebut populasi sapi tanah air pasti akan mengalami peningkatan produksi.

30 Januari 2017 15:29 WIB

Sapi lokal dari NTT yang dikirimkan ke Jakarta melalui Kapal Ternak KM Camara Nusantara I.
Sapi lokal dari NTT yang dikirimkan ke Jakarta melalui Kapal Ternak KM Camara Nusantara I. JITUNEWS/Siprianus Jewarut

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan bahwa kebijakan impor sapi dengan ratio 1:5 yang saat ini sedang dicanangkan oleh pemerintah merupakan kebijakan impor yang cukup baik guna meningkatkan populasi sapi di tanah air. Pasalnya dengan program tersebut populasi sapi tanah air pasti akan mengalami peningkatan produksi.

“Ini akan kita jadikan kebijakan impor permanen, guna menjaga populasi sapi di tanah air,” demikian kata Mentan Amran Sulaiman di Jakarta, Senin (30/1).

Lebih lanjut, Mentan menjelaskan bahwa ratio impor sapi 1:5 tersebut tersebut merupakan kebijakan baru pemerintah guna menjaga dan meningkatkan populasi sapi di tanah air. Ratio impor 1:5 ini membandingkan jumlah sapi impor yang harus dipenuhi oleh pelaku importir, di mana dalam setiap kali melakukan langkah impor perbandingannya harus selalu ada satu (1) sapi Indukan dan lima (5) sapi bakalan siap potong.


Program 5:1 Impor Sapi Mendapat Sambutan Baik dari Para Feedloter

“Kebijakan ini sudah di tetapkan melalui Permentan dan Permendag,” ujarnya.

Menurut Mentan, kalau kebijakan ini bisa berjalan dengan maksimal, maka target capaian swasembada daging sapi yang di canangkan oleh Presiden bisa segera terwujud. “Presiden mencanangkan dalam 9 tahun ke depan kita sudah mencapai swasembada daging sapi, tetapi kalau program kita berjalan dengan baik, saya kira swasembada daging ini bisa terjadi lebih cepat dari yang ditargetkan,” pungkas Mentan.

Program Impor Sapi Indukan Sudah Mulai Terrealisasi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan