logo


Chappy Hakim: Saya Akan Mundur Jika Tidak Fair

Chappy Hakim: Saya Akan Mundur Jika Tidak Fair

30 Januari 2017 11:54 WIB

Chappy Hakim beraksi bersama band-nya The PlaySets membawakan sejumlah lagu oldies di Jakarta, Rabu (7/12/2016).
Chappy Hakim beraksi bersama band-nya The PlaySets membawakan sejumlah lagu oldies di Jakarta, Rabu (7/12/2016). Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim, siap mundur dari jabatannya jika terdapat data-data yang menunjukkan Freeport Indonesia melakukan hal yang tidak adil sepanjang beroperasi di Tanah Air.

"Kalau ada yang tidak fair di Freeport, laporkan dengan data-data, kalau terbukti ditemukan, saya yang paling pertama akan mundur," ujar Chappy di Depok.

Mantan KSAU ini merasa Freeport terus disudutkan melalui media-media sosial. Namun bisa dimaklumi munculnya persepsi negatif di masyarakat tentang investasi asing yang dinilai sebagai bentuk kolonialisme karena Indonesia terlalu lama dulu dijajah.


Chappy Hakim Ditunjuk Jadi Presdir Freeport Indonesia

"Kita maklumi ada persepsi seperti itu, tetapi tidak dengan pemahaman persepsi yang salah," pungkas Chappy.

Selain masalah Freeport, Peraturan ESDM Nomor 8 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split menimbulkan polemik. Penghitungan besaran bagi hasil pada saat persetujuan pengembangan lapangan dalam kontrak bagi hasil kotor atau gross split dinilai terlalu banyak dan rumit.

 “Variabel yang sampai belasan itu justru menjadi rumit,” kata Direktur Eksekutif Reforminers Institute, Komaidi Notonegoro, dalam sebuah diskusi, Minggu (29/1/2017).

Padahal, sambung Komaidi, aturan bagi hasil kotor ini dikeluarkan untuk mempermudah administrasi sehingga menarik bagi investor industri minyak dan gas bumi (migas).

Direktur Indonesia Petroleum Association (IPA), Sammy Hamzah, melihat, pemerintah tidak ingin terlalu banyak negosiasi dengan kontraktor sehingga komponen yang digunakan untuk menghitung bagi hasil antara negara dan kontraktor dalam kontrak gross split dituliskan secara rinci.

“Sepertinya kekhawatiran itu wajar dan bagus. Tetapi sekarang ini, over do it,” ucap Sammy. Ia pun berharap agar pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM terbuka untuk melihat kerumitan aturan ini. “Komponennya disederhanakan, jangan sampai 12 variabel, karena itu rumit,” kata Sammy.

 

Aksi Panggung Chappy Hakim, Jago Gitar Hingga Tiup Saxophone

Halaman: 
Penulis : Ellectrananda Anugerah Ash-shidiqq