logo


Trump Pangkas Pajak, Ekonomi Indonesia Tak Terpengaruh

Presiden AS Donald Trump sudah melakukan berbagai kebijakan ekonomi yang masif sejak pelantikannya 20 Januari lalu. Selain itu Donald Trump, akan melakukan beberapa kebijakan lain seperti deregulasi dan pemangkasan pajak.

30 Januari 2017 10:34 WIB

Presiden AS Donald Trump bersama istrinya Melania Trump berdansa saat menghadiri Liberty Ball setelah pelantikannya di Washington, AS (20/1).
Presiden AS Donald Trump bersama istrinya Melania Trump berdansa saat menghadiri Liberty Ball setelah pelantikannya di Washington, AS (20/1). REUTERS/Lucy Nicholson

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Presiden AS Donald Trump sudah melakukan berbagai kebijakan ekonomi yang masif sejak pelantikannya 20 Januari lalu. Selain itu Donald Trump, akan melakukan beberapa kebijakan lain seperti deregulasi dan pemangkasan pajak.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia   Juda Agung mengatakan, kebijakan-kebijakan ekonomi Trump memang menciptakan risiko terjadinya  pembalikan arus dana asing di negara-negara berkembang . Juda juga  memandang kondisi Indonesia lebih baik dibandingkan negara-negara berkembang lainnya. Hal tersebut bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih bisa menyentuh kisaran 5 persen.

 “Beda dengan 2013, current account deficit kita 4 persen (dari produk domestik bruto atau PDB). Pada 2016 ini current account deficit 1,8 persen dari PDB. Ini sangat positif,” ujar Juda di kantornya di Jakarta, Jumat (27/1/2017).


Donald Trump Jadi Presiden, Rachmawati Soekarnoputri Minta RI Waspada

Pemangkasan pajak tersebut menurut Juda akan membuat investor AS lebih senang menanamkan modalnya di dalam negerinya sendiri ketimbang menanamnya di negara-negara lain, termasuk negara berkembang seperti Indonesia.

“Kalau jangka panjang lebih melihat prospek ekonomi dan stabilitas makroekonomi,” tutur Juda. Investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia, lebih memperhatikan faktor-faktor yang sifatnya jangka panjang bukan hanya kebijakan jangka pendek. Dia menambahkan kebijakan Trump tersebut kemungkinan tak berpengaruh signifikan bagi investasi di Indonesia.

“Kalau yang real money, investor dia lebih melihat kondisi fundamental ekonomi Indonesia  bukan kebijakan yang sifatnya sesaat,” kata Juda.

Donald Trump Presiden AS, Berapa Ekspor Tekstil Kita mendatang?

Halaman: 
Penulis : Ellectrananda Anugerah Ash-shidiqq