logo


Yenny Wahid Sebut Kelompok yang Memancing Keributan dengan Isu Agama tidak Didukung Mayoritas Umat Muslim

Mayoritas Muslim di Indonesia sangat menyadari bahwa bangsa terdiri dari banyak orang yang memiliki latar belakang beragam.

29 Januari 2017 11:07 WIB

Direktur Wahid Institute Yenny Wahid
Direktur Wahid Institute Yenny Wahid Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Beberapa waktu belakangan, gonjang ganjing politik tanah air acapkali diwarnai isu suku, agama, ras dan golongan (SARA). Hal itu bisa dilihat dari berbagai situasi selama masa kampanye Pilkada DKI Jakarta.

Merespon situasi kebangsaan itu, Direktur Wahid Institute Yenny Wahid menegaskan, mayoritas umat Islam di Indonesia memiliki toleransi tinggi. Umat Islam di Indonesia juga bergandengan tangan dan terus berupaya memberikan ruang bagi sesama warga Indonesia untuk beribadah sesuai kepercayaan masing-masing.

Kelompok yang kerap memancing keributan di publik dengan menggunakan isu agama, kata Yenny, hanyalah minoritas dan bukan merupakan wakil dari umat Islam di Indonesia.


Makna Tersembunyi Gus Dur di Balik Ucapan 'Gitu Aja Kok Repot'

Hal itu disampaikan Yenny saat membawakan pidato singkat pada acara perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 MPR-DPR-DPD RI, Jumat (27/1/2017).

"Mereka adalah kelompok kecil, kelompok minoritas. Tapi memang berisik, jadi kuatnya karena berisik saja. Tapi tidak didukung oleh kelompok mayoritas muslim," kata Yenny.

Putri Alm. Gus Dur itu menegaskan mayoritas Muslim di Indonesia sangat menyadari bahwa bangsa terdiri dari banyak orang yang memiliki latar belakang beragam.

Janji kemerdekaan, janji kedaulatan, janji kemakmuran dan janji keadilan, kata dia, tak hanya diberikan kepada satu mayoritas namun kepada seluruh bangsa Indonesia.

"Dan janji generasi kita adalah membawa keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Itu tidak bisa dicapai tanpa adanya persatuan," ucap Yenny.

Yenny melanjutkan, "Kalau ada yang mengganggu, kami semua dari Nahdatul Ulama siap untuk tetap mengawal keutuhan negara kita. Membantu mereka-mereka yang didiskriminasi."

NU Denpasar Nyatakan Tolak Keberadaan FPI di Bali, Apa Sebabnya?

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas