logo


Pemerintah Geber Program LPG untuk Kapal Nelayan

Kementerian ESDM juga telah menerapkan program ini di wilayah Tanjung Jabung, Jambi.

27 November 2014 16:20 WIB

Nelayan saat bersandar di dermaga Pantai Utara Jawa.(Ist.)
Nelayan saat bersandar di dermaga Pantai Utara Jawa.(Ist.)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Tampaknya pemerintah – dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) – terus menunjukkan keseriusannya dalam mensukseskan program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Hal ini dibuktikan dengan mulai diujicobanya program konversi BBM ke BBG pada kapal-kapal nelayan di beberapa wilayah pesisir Indonesia.

Saat ini Kementerian ESDM sedang merintis proyek pemanfaatan liquid petroleum gas (LPG) untuk bahan bakar kapal-kapal nelayan di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Untuk konversi ke gas, saat ini baru pilot project. Kita baru pasang beberapa sekitar 50 LPG. Minggu depan baru kita pasang lagi sekitar 100 di Lombok,” jelas IGN Wiratmaja Puja, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Kelembagaan dan Perencanaan Strategis, Kamis (27/11).


Jokowi Resmikan Proyek Keramba Jaring Apung Lepas Pantai di Pangandaran

Sebelumnya, kementerian ESDM juga telah menerapkan program ini di wilayah Tanjung Jabung, Jambi. “Di Tanjung Jabung tahun lalu sudah dipasang sekitar 150 unit,” tambahnya.

Program konversi BBM ke LPG ini sengaja diterapkan di wilayah-wilayah permukiman nelayan yang aksesnya masih sulit dijangkau dari wilayah perkotaan dan jauh dari SPBU atau SPBN sehingga para nelayan di sana harus membeli solar sebagai bahan bakar kapal dengan harga yang sangat tinggi, yakni sekitar Rp15.000 per liter.

Dengan adanya program konversi ini para nelayan di wilayah pelosok dapat menghemat sekitar Rp26.000 per harinya karena jika biasanya membutuhkan BBM sekitar 4 liter per hari, saat ini cukup dengan satu tabung LPG per hari.

 

Resmikan Proyek Keramba Offshore, Jokowi: Kita Ekspor Ikannya!

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid