logo


Kementan Tegaskan Rasio Impor Sapi Berasio Masih Berlanjut

Ketut mengatakan, kebijakan tersebut diterapkan oleh pemerintah dalam rangka percepatan peningkatan populasi sapi.

27 Januari 2017 12:56 WIB

Sapi yang berada di tempat penampungan sapi milik UPTD-RPH Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkot Depok.
Sapi yang berada di tempat penampungan sapi milik UPTD-RPH Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkot Depok. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita mengatakan bahwa rasio impor sapi bakalan juga memasukan sapi indukan dengan rasio 20 persen (10:1) bagi pelaku usaha dan 10 persen (5:1) bagi Koperasi Peternak dan Kelompok Peternak masih berlanjut.

"Saat ini rasio impor itu masih berlanjut, dan para pelaku importir sudah menyanggupi hal tersebut," demikian kata I Ketut Diarmita di Jakarta, Jumat (27/1).

Lebih lanjut, ia mengatakan pada saat ini para pelaku importir yang sudah menandatangani kesepakatan tersebut sedang dan akan melakukan langkah impor sapi sesuai dengan apa yang sudah di sepakati.


Mentan Syahrul Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai di Solo

"Jadi tidak ada alasan lagi untuk mengabaikan kesepakatan tersebut," demikian katanya.

Namun, lanjut Ketut, proses langkah impor sapi tersebut diserahkan sepenuhnya kepada para pelaku importir.

"Apakah prosesnya sapi bakalan di impor bersamaan dengan sapi indukan seperti dalam rasio yang ditetapkan tersebut, ataukah impornya terpisah sapi bakalan dulu baru kemudian sapi indukan, itu kita serahkan sepenuhnya kepada para pelaku importir. Tetapi nanti akan kita akan audit di akhir tahun 2018," demikian kata Ketut di Jakarta, Jumat (27/1).

Ketut mengatakan, kebijakan tersebut diterapkan oleh pemerintah dalam rangka percepatan peningkatan populasi sapi, pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2016 Tentang Pemasukan Ternak Ruminansia Besar Ke Dalam Wilayah1 Negara Republik.

Dalam Permentan tersebut mewajibkan importir sapi bakalan untuk juga memasukkan sapi indukan dengan rasio 20 persen (10:1) bagi pelaku usaha dan 10 persen (5 : 1) bagi Koperasi Peternak dan Kelompok Peternak. Pemenuhan rasio tersebut dilakukan secara bertahap dan diaudit pada tanggal 31 Desember 2018.

Agar Distribusi Pupuk Lancar, Kementan Ingatkan Pemda Segera Percepat Realisasi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah